Welcome To My Intuisi



Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net


Sabtu, 12 Juni 2010

Pantas Saja

Kau di cintai banyak orang
tapi Kau hanya memilih DIA untuk kau cintai..
Kau bisa menyelamatkan banyak orang,,
tapi Kau bilang DIA-lah sang Penyelamat..
Kau bisa memiliki segala yang Kau mau..
Tapi Kau bilang hanya DIA yang memiliki segala sesuatu..
Kau telah menolong ribuan manusia,,
tapi Kau bilang DIA-lah sebaik-baiknya Penolong..
Kau yang telah memberi kami ilmu pengetahuan..
Tapi DIA yang Kau bilang sebagai gudang ilmu..
Kau sejukan hati kami layaknya embun di pagi hari,,
tapi kau katakan DIA bagaikan hujan yang membasahi bumi yang menghilangkan terik panas matahari..
Kau cucurkan kasih sayang pada kami seperti air terjun yang curahnya mekuap mengalir hingga sungai-sungai kecil,,
tapi kau bilang DIA-lah samudera tempat berpulangnya seluruh air sungai yang mengalir.

aku bilang Kau yang melakukan semuanya..
Tapi Kau katakan Kau tak bisa apa-apa,
segalanya hanya DIA yang bisa melakukan dan menyelesaikan,,
Kau seakan tak tahu siapa,apa,dimana,karena apa,bagaimana,dan semuanya..
Yang Kau tahu,yang Kau rasa, yang Kau sadari… Hanya DIA..Dan Hanya DIA..

Pantas saja bila Kau yang jadi Kekasih-NYA..

Hanya PadaMu

Kau telah memberiku begitu banyak,
sehingga genggamanku penuh sudah...
Berulang kali kucium pemberian Mu,
kusimpan bingkisan kiriman Mu..
Aku pun selama ini merindukan Mu..
Aku pun selama ini selalu mengingat Mu
Jangan, janganlah meninggalkan aku lagi, duhai Kekasihku

Allah, tambahkan kerinduan hatiku
Tambahkan cintaku terhadap Mu
sehingga yang kukenang hanyalah Wajah Mu
Yang kuingat hanyalah Nama Mu
Berikan aku kekuatan, semangat
sehingga kakiku yang lemah ini
dapat mengantar aku ke rumah Mu...
Sehingga hidupku ini menjadi bermakna

Oh Tuhan, Engkau yang berada disini dan disana
Engkau yang berada dimana-mana
kabulkanlah permintaanku,
anugerahilah aku,
sehingga dapat bertemu denganMu..
Sebelum perjalanan hidup ini berakhir,
Sebelum kuhembuskan nafas terakhir,
Tunjukkan Wajah Mu
Kabulkanlah permintaanku, anugerahilah aku.....

Oh, Allah, berikan aku kedamaian...
Jadikan aku tenang dan tentram,,,
Berikan sedikit kebahagiaan pada jiwaku,
Temuilah aku, hilangkan dahagaku...

Rinduku PadaMu

Aku merasa puas dengan Tuhanku sebagai pengganti,
dan penghibur dari segala sesuatu
yang tidak aku inginkan selain Dia

Betapa rindu hati ini kepada Penguasa
yang selalu melihatku
dalam semua gerak-gerikku
sedang aku tidak dapat melihat-Nya

Biarlah aku membujuk kecintaanku dari semua sisi
karena aku tidak dapat menemukan
jalan lari darinya
Dia telah membebankan pada seluruh anggota tubuhku
hal-hal yang tidak sanggup dipikulnya
karena rahasia-Mu
tersembunyi di dalam rongga tubuhku

Hamba

Dia tidak mati
Hanya tertidur, pulas,
dengan tubuh yang tak lagi lemas

Dia tidak mati
Hanya letih
karena lelah berjuang sendiri

Kumandang adzan subuh memanggil
Sebuah kehidupan berakhir
Dengan senyuman
Siratkan keikhlasan

Duhai, pemilik kehidupan
Hamba berserah dalam ketidak berdayaan
Hamba berduka dalam kenistaan
Sebuah derita berakhir sudah

Dia lunglai dalam senyuman
Dia terlepas dengan meninggalkan
impian, harapan
untuk ku wujudkan

Aku menyimpannya dalam kenangan
Jadikan sebuah kekuatan
Tak lagi rapuh dalam kehidupan
Tak lagi goyah oleh cobaan

Lelaki Acuan Qur'an

Yang Sentiasa Haus Dengan Ilmu,
Yang Sentiasa Dahaga Dengan Pahala,
Yang Solatnya Adalah Maruah Dirinya,
Yang Tidak Pernah Takut Berkata Benar,
Yang Tidak Pernah Gentar Untuk Melawan Nafsu,

Lelaki Acuan Al-Quran Ialah Lelaki Yang Menjaga Tuturkatanya,
Yang Tidak Bermegah Dengan Ilmu Yang Dimilikinya,
Yang Tidak Bermegah Dengan Harta Dunia Yang Dicarinya,
Yang Sentiasa Berbuat Kebaikan Kerana Sifatnya,
Yang Pelindung Yang Mempunyai Ramai Kawan,
Dan Tidak Mempunyai Musuh Yang Bersifat Jembalang,

Lelaki Acuan Al-Quran Ialah Lelaki Yang Menghormati Ibu bapanya,
Yang Sentiasa Berbakti Kepada Kedua Orang Tua Dan Keluarga,
Yang Bakal Menjaga Keharmonian Rumahtangga,
Yang Akan Mendidik Anak-Anak Dan Isteri Mendalami Agama Islam,
Yang Mengamalkan Hidup Penuh Kesederhanaan
Kerana Dunia Baginya Adalah Rumah Sementara Menunggu Akhirat,

Lelaki Acuan Al-Quran Sentiasa Bersedia Untuk Agamanya,
Yang Hidup Di Bawah Naungan Al-Quran Dan Mencontohi Sifat Rasulullah SAW,
Yang Boleh Diajak Berbincang Dan berbicara,
Yang Sujudnya Penuh Kesyukuran Dengan Rahmat Allah Ke Atasnya,

Lelaki Acuan Al-Quran Tidak Pernah Membazirkan Masa,
Yang Matanya Kepenatan Karena Kuat Membaca,
Yang Suaranya Lesu Karena Penat Mengaji Dan Berzikir,
Yang Tidurnya Lena Dengan Cahaya Keimanan,
Yang Bangun Subuhnya Penuh Dengan Kecerdasan,
Kerana Sehari Lagi.....Usianya Bertambah Penuh Kematangan

Lelaki Acuan Al-Quran Sentiasa Mengingati Mati,
Yang baginya Hidup Di Dunia Adalah Ladang Akhirat,
Yang Mana Buah Kehidupan Itu Perlu Dihayati dan Dijaga Meneruskan,
Perjuangan Islam Sebelum Hari Kemudian,

Lelaki Acuan Al-Quran Ialah,
Lelaki Yang Tidak Mudah Terpesona
Dengan Buai an Dunia Kerana Dia Mengimpikan Syurga,
Di Situlah Rumah Impiannya,
Bersama Wanita Acuan Al-Quran.

Rindu

ya Allah...
sungguh besar rasa di diri ini
tak sanggup menerimanya meski terus kujalani
bukanlah hamba menolak amanah terindah
sungguh berharap kekuatan pada-MU
ya Rahman...
tak sanggup diri menahan bulir bulir
yang selalu jatuh oleh rasa sayang
sungguh kuharap rahmat dari-MU
ya Rahim...
sungguh diri menjadi gamang
seakan berpijak tak bertumpu
meski aku berpegang pada yang kokoh
sungguh aku memohon dan bersimpuh
ya Allah...
ku biarkan bulir bulir itu mengalir
berharap tetesnya menjadi do'a
yang terpendam dari relung hatiku

ragaku diam tanpa gerak dan tari
jiwa terasa kosong tak bertepi
lisanpun terkatup tak mampu berucap
sungguh ENGKAU maha mengetahui
yang ada di diri hambamu ini

Tali Kasih

Kulihat gundah hatimu,
terasa terlilit gurat ragu
takut akan cintamu, yang akan menggurat sembilu

Allah SWT tidak ragu
saat mencoba dirimu
Karena itu, yakinkanlah dirimu
Akan garis takdirmu

dua bintang kejora didepanmu
amanah dari Tuhanmu
yang dititipkan kepada hatimu

jaga tali kasih sayang diantara dua kejora
biar hati yang bicara
menjadi pelita diantara dua dara

Percaya, kilau cahaya diantara dua wanita
kamu pasti sanggup menjaganya
selama nafas masih menyatu dengan raga
niat tulus akan abadi selamanya....

Ku Gapai CintaMu

Aku bercerita lewat pena
Mengurai dengan kata
Dengan cinta berharap cerita tertata
Dengan kasih kuharap jiwa terasah

Tak lama lagi semua tak sama
Sebentar lagi semua berbeda
Dua bintang satu rembulan
Dua warna satu cahaya

Allah, ijinkan aku bertanya
Tentang dunia yang tak kumengerti jua
Tentang hati yang tak dapat kuukur dalamnya
Agar sebuah kisah, semoga tak fana

Terucap do’a
Dari bibirku yang hina
Tumpah ruah air mata
Bilakah kau menjawabnya

Dimana kucari ridho Mu
Sedang ku tak tahu apa itu cinta
Dimana kutemukan keyakinanku
Agar dapat kulewati kisah hidupku
Yang akan tak sama
Yang akan berbeda

Ya Allah, Ya Rabb
Dua bintang persembahanMu
Dua warna pemberianMu
Akankah menjadi sebuah kisah indah
Akankah menjadi pelita jiwa
Sebagai arah ‘tuk menemukanMu

Dalam ruang bathinku
Sudikah Kau memegang tanganku
Agar reda sedikit galau didada
Seringan nafas menyambung jiwa

Bismillah, kulangkahkan kakiku
Tetaplah bersamaku
Janganlah berpaling dariku
Hibur hatiku sepanjang perjalananku
Hingga saatnya tiba, dan Kau memelukku mesra

Hening

Waktu seolah berhenti....Kosong
Dunia membutakan mata memekakkan telinga
Lalu perlahan diri menjadi hampa
Tanpa kata..tanpa rasa..tanpa cerita

Saat akal sehat tak lagi digunakan untuk menerka
Sadarku akan hadirMu,
Meluluh lantakkan keegoisan dan idealisme
Yang selama ini begitu tegak berdiri

Aku melongok diluar jendela
Berusaha memahami Kebesaran Tuhan Yang Maha Esa
Memandang dunia dari sudut berbeda
Tidak mudah..layak dicoba

Saat diri merasa bisa mengalahkan segalanya
Uban menunjukkan kau renta
Saat tajam lidahmu berbicara
Sakit gigi membungkammu tak berdaya

Duh Gusti, Engkau Maha Sempurna
Menyadarkan hamba dengan banyak kisah penuh makna
Tak kuasa rasa sesal menyesakkan dada
Diripun lunglai tanpa daya
Seiring nafas ku lafadzkan Astaghfirullah...Astaghfirullah

Duh Yaa Rabb, ampuni diri
Yang hanya mencariMu disaat susah
Dan meninggalkanMu disaat gembira
Diri tak lagi bisa membedakan
cahaya dan kegelapan

Butuh banyak waktu memahami
MaknaMu didalam hati
Bersemayam dalam tirai nurani

Duh Gusti ,betapa diri yang bodoh dani hina ini
Begitu rindu akan sapaMu
Semoga saja mulai detik ini cahaya lailatul
takkan lagi membutakan mata hati,
semoga segala puji tak lagi membuatku meninggikan diri

Sujudku pun takkan memuaskan inginku
'tuk hanturkan* sembah sedalam kalbu
Adapun kusembahkan syukur padamu ya Allah
Untuk nama,harta dan keluarga yang mencinta
Dan perjalanan yang sejauh ini tertempa
Alhamdulillah pilihan dan kesempatan
Yang membuat hamba mengerti lebih baik makna diri
Semua lebih berarti akan mudah dihayati


Ult li albi bissaraha
Hayya nab'idil karaha
Syakkireena a' kulli ni'ma
Ba' ideena anil fattana

Ku Penuhi Panggilan Ilahi

Panggilan takbir azan mendorong semangatku
perintah shalat menggairahkan niatku
janji syurga tampak pada pengorbananku
sangsi sebagai gairah sembahku
iman menyinari hati dan akalku
islam menggapai jiwa ragaku
Engkau mengajakku
Demi Engkau
Ya Allah aku reda
Engkau sebagai Tuhanku
Islam Agamaku Muhammad Nabi idolaku
Al-Qur’an tatanan hidupku
Baitullah pusat arah kebaktianku
Mu’minin mu’minat kerabat saudaraku
aku bersedia menjalankan setiap perintah Mu
Ya Ilahi Berilah aku kekuatan
imanku pada setiap Kitab Mu
tak akan luntur dengan niaga
malaikat Mu menjadi saksi hidupku
nan bersimbah darah
pengorbanan di segala arah
sebagai bukti tanda kebaktianku pada Mu
walau kumenyadari syurga bukan imbalanku
tetapi sungguh aku tak kuasa
bila menerima azab neraka Mu
serta merta kumohon ampun pada Mu
yakinku pada Mu
sebagai Zat pembuka pintu ampunan
disepanjang masa
kehidupan yang jelas akan sirna.