Aku melihat dengan mudah
setiap kejadian yang ada didepanku
mudah untuk menyalahkan
apa yang tak sesuai dengan nalarku
Semua yang hadir tampaknya adalah masalah-nya
dan tidak padaku
Meluruskan, mendebat dan mengajari jadi keahlianku
Ahli karena berulang2 dan
berulang-ulang karena yang diajari tak juga mengerti
Ini kesalahan mendasarku sebagai seorang pejalan
yang katanya sedang ingin diajari
tapi lupa karena malah lebih sibuk berapologi
Trilogi ‘Tuhan’, ‘Aku’ dan apapun ‘Selain aku’
seharusnya hanya membincangkan tentang aku
Dan selain aku hanyalah materi pengajarannya
Dia, mereka dan semua kejadian itu
benar2 perantara yang tak layak dipersalahkan
Mereka hanyalah pembuka ihwal keadaan jiwa
Cermin jiwa adalah peran mereka
Terlebih pasangan sejati
tak ada distorsi tentang siapa kita
Apabila ada dominasi dari pasangan
itu berarti sang jiwa masih dikuasai tabiat raga
Apabila ada pengkhianatan dalam pernikahan
pastilah karena kemunafikan pada Tuhan
Kalau mereka menjadi cermin jiwa
tak seharusnya cermin yang dipecahkan
Sebaliknya kita bersyukur, melaluinya
Dia mengirim kabar tentang jiwa
Laki-laki Pemalu di Jaman Edan
14 tahun yang lalu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar