Waktu seolah berhenti....Kosong
Dunia membutakan mata memekakkan telinga
Lalu perlahan diri menjadi hampa
Tanpa kata..tanpa rasa..tanpa cerita
Saat akal sehat tak lagi digunakan untuk menerka
Sadarku akan hadirMu,
Meluluh lantakkan keegoisan dan idealisme
Yang selama ini begitu tegak berdiri
Aku melongok diluar jendela
Berusaha memahami Kebesaran Tuhan Yang Maha Esa
Memandang dunia dari sudut berbeda
Tidak mudah..layak dicoba
Saat diri merasa bisa mengalahkan segalanya
Uban menunjukkan kau renta
Saat tajam lidahmu berbicara
Sakit gigi membungkammu tak berdaya
Duh Gusti, Engkau Maha Sempurna
Menyadarkan hamba dengan banyak kisah penuh makna
Tak kuasa rasa sesal menyesakkan dada
Diripun lunglai tanpa daya
Seiring nafas ku lafadzkan Astaghfirullah...Astaghfirullah
Duh Yaa Rabb, ampuni diri
Yang hanya mencariMu disaat susah
Dan meninggalkanMu disaat gembira
Diri tak lagi bisa membedakan
cahaya dan kegelapan
Butuh banyak waktu memahami
MaknaMu didalam hati
Bersemayam dalam tirai nurani
Duh Gusti ,betapa diri yang bodoh dani hina ini
Begitu rindu akan sapaMu
Semoga saja mulai detik ini cahaya lailatul
takkan lagi membutakan mata hati,
semoga segala puji tak lagi membuatku meninggikan diri
Sujudku pun takkan memuaskan inginku
'tuk hanturkan* sembah sedalam kalbu
Adapun kusembahkan syukur padamu ya Allah
Untuk nama,harta dan keluarga yang mencinta
Dan perjalanan yang sejauh ini tertempa
Alhamdulillah pilihan dan kesempatan
Yang membuat hamba mengerti lebih baik makna diri
Semua lebih berarti akan mudah dihayati
Ult li albi bissaraha
Hayya nab'idil karaha
Syakkireena a' kulli ni'ma
Ba' ideena anil fattana
Laki-laki Pemalu di Jaman Edan
14 tahun yang lalu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar