ku bayangkan air mata memenuhi kelopak matamu
saat kau bacakan baris-baris kasih sayang
kepada buah hatimu
kusapa, ada beberapa butir air mata
menggantung di sukma ku
hendak menyeruak kedunia menemui keharuan
tak ada yang dapat ku ucapkan hari ini
seperti hari kemarin, aku hanya bisa membisu.
coba ku tulis beberapa kata ungkapan kehormatan
kepadamu yang kini duduk menyaksikan ilham ilahi
merasuki tulang-tulang tua mu
adakah aku akan meliahat orang tua ku
sebahagia lantunan nyanyian hatiku
yang hendak menempuh tahap tertinggi kodrat manusia.????
aku merengung menggores bayangan butiran air matamu
yang terdorong oleh kebahagiaan
aku berusaha menutupi jalan untuk air mataku
yang tak sanggup menahan keharuan
menuntut jalan keluar
mungkin hendak berteman dengan air matamu
Laki-laki Pemalu di Jaman Edan
14 tahun yang lalu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar