Welcome To My Intuisi



Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net


Sabtu, 12 Juni 2010

Pantas Saja

Kau di cintai banyak orang
tapi Kau hanya memilih DIA untuk kau cintai..
Kau bisa menyelamatkan banyak orang,,
tapi Kau bilang DIA-lah sang Penyelamat..
Kau bisa memiliki segala yang Kau mau..
Tapi Kau bilang hanya DIA yang memiliki segala sesuatu..
Kau telah menolong ribuan manusia,,
tapi Kau bilang DIA-lah sebaik-baiknya Penolong..
Kau yang telah memberi kami ilmu pengetahuan..
Tapi DIA yang Kau bilang sebagai gudang ilmu..
Kau sejukan hati kami layaknya embun di pagi hari,,
tapi kau katakan DIA bagaikan hujan yang membasahi bumi yang menghilangkan terik panas matahari..
Kau cucurkan kasih sayang pada kami seperti air terjun yang curahnya mekuap mengalir hingga sungai-sungai kecil,,
tapi kau bilang DIA-lah samudera tempat berpulangnya seluruh air sungai yang mengalir.

aku bilang Kau yang melakukan semuanya..
Tapi Kau katakan Kau tak bisa apa-apa,
segalanya hanya DIA yang bisa melakukan dan menyelesaikan,,
Kau seakan tak tahu siapa,apa,dimana,karena apa,bagaimana,dan semuanya..
Yang Kau tahu,yang Kau rasa, yang Kau sadari… Hanya DIA..Dan Hanya DIA..

Pantas saja bila Kau yang jadi Kekasih-NYA..

Hanya PadaMu

Kau telah memberiku begitu banyak,
sehingga genggamanku penuh sudah...
Berulang kali kucium pemberian Mu,
kusimpan bingkisan kiriman Mu..
Aku pun selama ini merindukan Mu..
Aku pun selama ini selalu mengingat Mu
Jangan, janganlah meninggalkan aku lagi, duhai Kekasihku

Allah, tambahkan kerinduan hatiku
Tambahkan cintaku terhadap Mu
sehingga yang kukenang hanyalah Wajah Mu
Yang kuingat hanyalah Nama Mu
Berikan aku kekuatan, semangat
sehingga kakiku yang lemah ini
dapat mengantar aku ke rumah Mu...
Sehingga hidupku ini menjadi bermakna

Oh Tuhan, Engkau yang berada disini dan disana
Engkau yang berada dimana-mana
kabulkanlah permintaanku,
anugerahilah aku,
sehingga dapat bertemu denganMu..
Sebelum perjalanan hidup ini berakhir,
Sebelum kuhembuskan nafas terakhir,
Tunjukkan Wajah Mu
Kabulkanlah permintaanku, anugerahilah aku.....

Oh, Allah, berikan aku kedamaian...
Jadikan aku tenang dan tentram,,,
Berikan sedikit kebahagiaan pada jiwaku,
Temuilah aku, hilangkan dahagaku...

Rinduku PadaMu

Aku merasa puas dengan Tuhanku sebagai pengganti,
dan penghibur dari segala sesuatu
yang tidak aku inginkan selain Dia

Betapa rindu hati ini kepada Penguasa
yang selalu melihatku
dalam semua gerak-gerikku
sedang aku tidak dapat melihat-Nya

Biarlah aku membujuk kecintaanku dari semua sisi
karena aku tidak dapat menemukan
jalan lari darinya
Dia telah membebankan pada seluruh anggota tubuhku
hal-hal yang tidak sanggup dipikulnya
karena rahasia-Mu
tersembunyi di dalam rongga tubuhku

Hamba

Dia tidak mati
Hanya tertidur, pulas,
dengan tubuh yang tak lagi lemas

Dia tidak mati
Hanya letih
karena lelah berjuang sendiri

Kumandang adzan subuh memanggil
Sebuah kehidupan berakhir
Dengan senyuman
Siratkan keikhlasan

Duhai, pemilik kehidupan
Hamba berserah dalam ketidak berdayaan
Hamba berduka dalam kenistaan
Sebuah derita berakhir sudah

Dia lunglai dalam senyuman
Dia terlepas dengan meninggalkan
impian, harapan
untuk ku wujudkan

Aku menyimpannya dalam kenangan
Jadikan sebuah kekuatan
Tak lagi rapuh dalam kehidupan
Tak lagi goyah oleh cobaan

Lelaki Acuan Qur'an

Yang Sentiasa Haus Dengan Ilmu,
Yang Sentiasa Dahaga Dengan Pahala,
Yang Solatnya Adalah Maruah Dirinya,
Yang Tidak Pernah Takut Berkata Benar,
Yang Tidak Pernah Gentar Untuk Melawan Nafsu,

Lelaki Acuan Al-Quran Ialah Lelaki Yang Menjaga Tuturkatanya,
Yang Tidak Bermegah Dengan Ilmu Yang Dimilikinya,
Yang Tidak Bermegah Dengan Harta Dunia Yang Dicarinya,
Yang Sentiasa Berbuat Kebaikan Kerana Sifatnya,
Yang Pelindung Yang Mempunyai Ramai Kawan,
Dan Tidak Mempunyai Musuh Yang Bersifat Jembalang,

Lelaki Acuan Al-Quran Ialah Lelaki Yang Menghormati Ibu bapanya,
Yang Sentiasa Berbakti Kepada Kedua Orang Tua Dan Keluarga,
Yang Bakal Menjaga Keharmonian Rumahtangga,
Yang Akan Mendidik Anak-Anak Dan Isteri Mendalami Agama Islam,
Yang Mengamalkan Hidup Penuh Kesederhanaan
Kerana Dunia Baginya Adalah Rumah Sementara Menunggu Akhirat,

Lelaki Acuan Al-Quran Sentiasa Bersedia Untuk Agamanya,
Yang Hidup Di Bawah Naungan Al-Quran Dan Mencontohi Sifat Rasulullah SAW,
Yang Boleh Diajak Berbincang Dan berbicara,
Yang Sujudnya Penuh Kesyukuran Dengan Rahmat Allah Ke Atasnya,

Lelaki Acuan Al-Quran Tidak Pernah Membazirkan Masa,
Yang Matanya Kepenatan Karena Kuat Membaca,
Yang Suaranya Lesu Karena Penat Mengaji Dan Berzikir,
Yang Tidurnya Lena Dengan Cahaya Keimanan,
Yang Bangun Subuhnya Penuh Dengan Kecerdasan,
Kerana Sehari Lagi.....Usianya Bertambah Penuh Kematangan

Lelaki Acuan Al-Quran Sentiasa Mengingati Mati,
Yang baginya Hidup Di Dunia Adalah Ladang Akhirat,
Yang Mana Buah Kehidupan Itu Perlu Dihayati dan Dijaga Meneruskan,
Perjuangan Islam Sebelum Hari Kemudian,

Lelaki Acuan Al-Quran Ialah,
Lelaki Yang Tidak Mudah Terpesona
Dengan Buai an Dunia Kerana Dia Mengimpikan Syurga,
Di Situlah Rumah Impiannya,
Bersama Wanita Acuan Al-Quran.

Rindu

ya Allah...
sungguh besar rasa di diri ini
tak sanggup menerimanya meski terus kujalani
bukanlah hamba menolak amanah terindah
sungguh berharap kekuatan pada-MU
ya Rahman...
tak sanggup diri menahan bulir bulir
yang selalu jatuh oleh rasa sayang
sungguh kuharap rahmat dari-MU
ya Rahim...
sungguh diri menjadi gamang
seakan berpijak tak bertumpu
meski aku berpegang pada yang kokoh
sungguh aku memohon dan bersimpuh
ya Allah...
ku biarkan bulir bulir itu mengalir
berharap tetesnya menjadi do'a
yang terpendam dari relung hatiku

ragaku diam tanpa gerak dan tari
jiwa terasa kosong tak bertepi
lisanpun terkatup tak mampu berucap
sungguh ENGKAU maha mengetahui
yang ada di diri hambamu ini

Tali Kasih

Kulihat gundah hatimu,
terasa terlilit gurat ragu
takut akan cintamu, yang akan menggurat sembilu

Allah SWT tidak ragu
saat mencoba dirimu
Karena itu, yakinkanlah dirimu
Akan garis takdirmu

dua bintang kejora didepanmu
amanah dari Tuhanmu
yang dititipkan kepada hatimu

jaga tali kasih sayang diantara dua kejora
biar hati yang bicara
menjadi pelita diantara dua dara

Percaya, kilau cahaya diantara dua wanita
kamu pasti sanggup menjaganya
selama nafas masih menyatu dengan raga
niat tulus akan abadi selamanya....

Ku Gapai CintaMu

Aku bercerita lewat pena
Mengurai dengan kata
Dengan cinta berharap cerita tertata
Dengan kasih kuharap jiwa terasah

Tak lama lagi semua tak sama
Sebentar lagi semua berbeda
Dua bintang satu rembulan
Dua warna satu cahaya

Allah, ijinkan aku bertanya
Tentang dunia yang tak kumengerti jua
Tentang hati yang tak dapat kuukur dalamnya
Agar sebuah kisah, semoga tak fana

Terucap do’a
Dari bibirku yang hina
Tumpah ruah air mata
Bilakah kau menjawabnya

Dimana kucari ridho Mu
Sedang ku tak tahu apa itu cinta
Dimana kutemukan keyakinanku
Agar dapat kulewati kisah hidupku
Yang akan tak sama
Yang akan berbeda

Ya Allah, Ya Rabb
Dua bintang persembahanMu
Dua warna pemberianMu
Akankah menjadi sebuah kisah indah
Akankah menjadi pelita jiwa
Sebagai arah ‘tuk menemukanMu

Dalam ruang bathinku
Sudikah Kau memegang tanganku
Agar reda sedikit galau didada
Seringan nafas menyambung jiwa

Bismillah, kulangkahkan kakiku
Tetaplah bersamaku
Janganlah berpaling dariku
Hibur hatiku sepanjang perjalananku
Hingga saatnya tiba, dan Kau memelukku mesra

Hening

Waktu seolah berhenti....Kosong
Dunia membutakan mata memekakkan telinga
Lalu perlahan diri menjadi hampa
Tanpa kata..tanpa rasa..tanpa cerita

Saat akal sehat tak lagi digunakan untuk menerka
Sadarku akan hadirMu,
Meluluh lantakkan keegoisan dan idealisme
Yang selama ini begitu tegak berdiri

Aku melongok diluar jendela
Berusaha memahami Kebesaran Tuhan Yang Maha Esa
Memandang dunia dari sudut berbeda
Tidak mudah..layak dicoba

Saat diri merasa bisa mengalahkan segalanya
Uban menunjukkan kau renta
Saat tajam lidahmu berbicara
Sakit gigi membungkammu tak berdaya

Duh Gusti, Engkau Maha Sempurna
Menyadarkan hamba dengan banyak kisah penuh makna
Tak kuasa rasa sesal menyesakkan dada
Diripun lunglai tanpa daya
Seiring nafas ku lafadzkan Astaghfirullah...Astaghfirullah

Duh Yaa Rabb, ampuni diri
Yang hanya mencariMu disaat susah
Dan meninggalkanMu disaat gembira
Diri tak lagi bisa membedakan
cahaya dan kegelapan

Butuh banyak waktu memahami
MaknaMu didalam hati
Bersemayam dalam tirai nurani

Duh Gusti ,betapa diri yang bodoh dani hina ini
Begitu rindu akan sapaMu
Semoga saja mulai detik ini cahaya lailatul
takkan lagi membutakan mata hati,
semoga segala puji tak lagi membuatku meninggikan diri

Sujudku pun takkan memuaskan inginku
'tuk hanturkan* sembah sedalam kalbu
Adapun kusembahkan syukur padamu ya Allah
Untuk nama,harta dan keluarga yang mencinta
Dan perjalanan yang sejauh ini tertempa
Alhamdulillah pilihan dan kesempatan
Yang membuat hamba mengerti lebih baik makna diri
Semua lebih berarti akan mudah dihayati


Ult li albi bissaraha
Hayya nab'idil karaha
Syakkireena a' kulli ni'ma
Ba' ideena anil fattana

Ku Penuhi Panggilan Ilahi

Panggilan takbir azan mendorong semangatku
perintah shalat menggairahkan niatku
janji syurga tampak pada pengorbananku
sangsi sebagai gairah sembahku
iman menyinari hati dan akalku
islam menggapai jiwa ragaku
Engkau mengajakku
Demi Engkau
Ya Allah aku reda
Engkau sebagai Tuhanku
Islam Agamaku Muhammad Nabi idolaku
Al-Qur’an tatanan hidupku
Baitullah pusat arah kebaktianku
Mu’minin mu’minat kerabat saudaraku
aku bersedia menjalankan setiap perintah Mu
Ya Ilahi Berilah aku kekuatan
imanku pada setiap Kitab Mu
tak akan luntur dengan niaga
malaikat Mu menjadi saksi hidupku
nan bersimbah darah
pengorbanan di segala arah
sebagai bukti tanda kebaktianku pada Mu
walau kumenyadari syurga bukan imbalanku
tetapi sungguh aku tak kuasa
bila menerima azab neraka Mu
serta merta kumohon ampun pada Mu
yakinku pada Mu
sebagai Zat pembuka pintu ampunan
disepanjang masa
kehidupan yang jelas akan sirna.

Cantik

Sholeha itu bak batu permata yang tidak dibentuk
karena ia bukanlah sesuatu yang dibuat indah
karena ia hadiah dariNya bagi mu karena ;
Berusaha menyenangkan pandangan
Ketaatan tanpa keluhan dan amanah
Serta menjaga diri dan pandangan

dan camkanlah dengan hati-hati..
Sebuah batu tak berharga jika tidak memancarkan "cahaya"

Aroma-aroma

Jika tuhanmu masih kau simpan
maka Ia takkan menunjukan jalan
sesungguhnya fatamorgana adalah setia

jika kesucian adalah jubahmu
maka Ia takkan menatap
sesungguhnya kesombongan adalah kerak neraka

namun jika dosamu seluas semesta
sesungguhnya Ia Maha Pengampun
bagi diri yang mencari
KU sediakan jalan sebanyak nafas disini

Seperti Apa.?

apa yang dirimu punya ?

pengetahuanmu berasal dari ketidaktahuanmu
kekayaanmu terasa karena keterhijaban pandanganmu

apa yang dirimu punya sesungguhnnya ..?

Jasad pun tak selamanya remaja
jiwa pun tak kau kenal
sedangkan ruh akan kembali pada-Nya

coba tanya sekali lagi !
pelankan suaramu..
renungkan..

sebatas itulah hargamu jika kau mampu menjawab
dan Tuhan mampu mengambil itu
jika kau mampu menjawab…..
atas apa yang kau rasa

Gerhana

Kesombongan yang hadir di hati itu
layaknya seperti udara
tak terlihat dan tak disadari adanya


jika itu terus berlanjut tanpa engkau taubatkan
sesungguhnya orang yang di tafakurkan
akan melihat bagaimana "proses menutupi itu"
lalu tertutuplah purnama

Cermin Jiwa

Aku melihat dengan mudah
setiap kejadian yang ada didepanku
mudah untuk menyalahkan
apa yang tak sesuai dengan nalarku
Semua yang hadir tampaknya adalah masalah-nya
dan tidak padaku

Meluruskan, mendebat dan mengajari jadi keahlianku
Ahli karena berulang2 dan
berulang-ulang karena yang diajari tak juga mengerti

Ini kesalahan mendasarku sebagai seorang pejalan
yang katanya sedang ingin diajari
tapi lupa karena malah lebih sibuk berapologi

Trilogi ‘Tuhan’, ‘Aku’ dan apapun ‘Selain aku’
seharusnya hanya membincangkan tentang aku
Dan selain aku hanyalah materi pengajarannya

Dia, mereka dan semua kejadian itu
benar2 perantara yang tak layak dipersalahkan
Mereka hanyalah pembuka ihwal keadaan jiwa

Cermin jiwa adalah peran mereka
Terlebih pasangan sejati
tak ada distorsi tentang siapa kita

Apabila ada dominasi dari pasangan
itu berarti sang jiwa masih dikuasai tabiat raga
Apabila ada pengkhianatan dalam pernikahan
pastilah karena kemunafikan pada Tuhan

Kalau mereka menjadi cermin jiwa
tak seharusnya cermin yang dipecahkan
Sebaliknya kita bersyukur, melaluinya
Dia mengirim kabar tentang jiwa

Menutup Kitab

dan kematian itu sesungguhnya setia berada disisimu
sehingga kalian merasa nyaman saja

sampai-sampai setiap diri merasa aman saja
ketika kalian berucap "aku telah menjalani kebenaran dengan agama leluhurku"

lalu saat lembaran kitab telah habis dan tertutup
dan tampaklah dengan jelas
dalam bentuk apa engkau telah dihidupkan lagi….!

Kamis, 10 Juni 2010

Bila Aku Jatuh Cinta

Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu…
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

Amin !

Mean Of Love

Apakah arti sesungguhnya dari Cinta?
Apakah cinta itu sesuatu yang indah
Apakah cinta itu sesuatu yang menyakitkan
Apakah cinta itu sesuatu yg terasa menjemukan atau bahkan memuakan dirimu
Hmm..semua tergantung pada dirimu
Akan kau apakan cintamu
Akan kau serahkan pada siapa cintamu
Apakah cintamu benar2 cinta yang sesungguhnya
Ataukah hanya cinta yang bias dan tak berwujud
Apakah cintamu berwujud Cinta-Nya
Ataukah cinta dari Kebinatanganmu
Atau juga cinta dari Egomu
Apakah cintamu abadi
Seperti Halnya Cinta-Nya
Apakah cintamu itu bersifat kebendaan saja
Hmm Camkan itu
Apa arti cintamu sesungguhnya
CINTA adalah suatu karunia yg tak terbatas dan terindah yang Allah ciptakan
Untukmu dan juga untukku
Sungguh karena cinta Kita ada,meskipun kita ini tiada
Karena Cinta kita bisa mengenal dan bersahabat
Dengan dirimu dan juga dengan diriku
Diriku dan dirimu adalah Satu
SATU karena CINTA-NYA
Aku adalah Kamu dan kita adalah DIA
Kita ada dalam CINTA-NYA
Kita ada dalam DIRI-NYA
Kenapa kita harus saling membenci
Kenapa kita harus saling menertawai
Kenapa kita harus saling menumpahkan darah
Hanya karena kita tidak tahu akan makna CINTA yang sesungguhnya
Sungguh aku malu pada Tuhanku
Karena tidak bisa menjalankan amanahnya
Untuk menyebarkan Cinta di Dunia Ini….
Maafkan Kami Ya Allah
Maafkan Kami Ya Rabbi

Do'a dikala ragu akan dirinya

Ya Allah…
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan mejadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah… ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi

Tetapi ya Allah…
Seandainya telah Engkau takdirkan…
…Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku

Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti…
Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya

Dan ya Allah yang tercinta…
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya….

Ya Allah ya Tuhanku…
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini

Ya Allah…
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini

Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat

Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh

Amin… Ya Rabbal ‘Alamin

Forgive Us... Oh Mother Nature…..Oh Our Creator

Dingin,Hijau,Kelabu…..
Muram terlihat duhai Engkau sang Alam
Mengapakah wajahmu tak seperti biasanya…
merekah,cerah..bersinar megah…
Mana cahayamu….yang menyinari kami…
Mana riak gemuruh candamu dipagi hari….
Apakah kau sedih atas perlakuan kami terhadapmu
Apakah kau menangis karena laku buruk kami terhadapmu…
Duhai sang Alam…maafkanlah kami…
Maafkan kebodohon kami
Maaafkan keserakahan kami…
Maafkan keegoisan kami….
Janganlah kau tumpahkan Kemarahan-Nya dan dirimu atas diri kami…
Maafkan kami duhai sang Alam….Sampaikan keseluruh tubuhmu..duhai sang Alam…
Pohon,hutan,Air,Laut….tanah,bumi…hujan,langit….gunung,bukit…rumput,ilalang
Maafkan kami….
Forgive us….
O Duhai tuhan kami…Ya Musabibal Asbab…Ya Mufatihal Abwab….
Ampuni kami…Ampuni kami…..Astaqfirullah….
Begitu banyak kebodohan kami…begitu sering kami lalai terhadap-Mu…
Begitu sedikit kami bersyukur kepada-Mu….
forgive us….
Forgive us…
Yaa Ghaffar….Yaa Ghaffar….
(kesedihanku melihat kesedihan’nya’)

wassalam

Tauhid

Ini sebuah rahasia yang penting dan berguna. Ini bisa menjadi pengetahuan bagi siapa saja. Sebanyak yang ia ingat dan ketahui, ia akan mendapatkan banyak manfaat.

“Kita bisa mengamati alam raya dan mengetahui bahwa alam ini dipenuhi dengan banyak mahluk, semuanya diciptakan oleh Sang Pencipta. Yang harus kita lihat juga, namun demikian, ialah Sang Pencipta dan ciptaanNya berdiri bersama. Semua mahluk ada karena kekuatan Sang Pencipta. Jika Dia yang Maha Kuasa tidak memberikan dukungan terhadap semuanya, mereka akan segera musnah. Mereka tidak memiliki keberadaan di luar kekuatan Tuhan mereka. Mereka seperti bayang-bayang. Bila kamu meletakkan tanganmu di atas meja kamu dapat melihat bayangannya. Bila kamu menyingkirkan tanganmu, bayang-bayang tersebut akan hilang. Satu yang asli, yang lain bukan.

“Allah yang Maha Kuasa adalah yang asli, Sang Pencipta. Semua nabi dan aulia mengajarkan bahwa keberadaan mutlak adalah Dia semata. Tidak ada keberadaan bagi yang lain. Ini harus menjadi dasar bagi pengetahuan kita untuk berdiri di atasnya. Bila tidak ada dasar yang kuat untuk mengembangkan ilmu, maka bangunan kita bagaikan khayalan, tidak bermanfaat.

“Beberapa orang tolol bertanya, ‘Siapa yang menciptakan Sang Pencipta?’ Ini pertanyaan bodoh. Sang Pencipta tidak bisa diciptakan. Semua agama, semua nabi, memberikan gambaran tentang Allah yang Maha Kuasa melalui firman, “Demi Allah, Akulah Tuhan! Aku tidak membutuhkan apa-apa! Aku adalah Dia yang berdiri Sendiri! Seluruh alam raya tunduk di bawah KekuasaanKu!” Qayum. Oleh karena itu, Sang Pencipta harus satu; dua itu tidak mungkin, karena satunya akan kemudian membutuhkan yang lain. Dia yang Maha Kuasa tidak membutuhkan apa-apa. Inilah penjelasan mengenai ‘Tauhid.’

Eksistensi kita ada karena Dia yang Maha Kuasa. Dia mengirimkan ruh kepada kita setiap waktu. Jika dia tidak mengirimkan, tidak akan ada eksistensi bagi kita. Kita bukan apa-apa dengan diri kita sendiri. Semua ciptaan bagaikan bayangan dalam genggaman Allah. Ketika tangan bergerak, bayangan ikut bergerak. Semua hal, semua kebaikan dan keburukan, tidak penting berada di mana, atau dari siapa asal mulanya muncul, pada kenyataanya berasal dari Allah yang Maha Kuasa. Ini ilmu yang tinggi. Bila seseorang mengetahui ini, dia akan teguh pada keyakinannya, tidak bergerak, bagaikan gunung pada angin yang kencang! Inilah pilar keenam dari Iman, keyakinan.

“Ketika seseorang mengetahui semua hal, semua orang, hanya merupakan tampilan kekuasaan Allah yang Maha Kuasa, maka dia, demi kehormatan Tuhannya, akan selalu menghormati setiap orang. Allah yang Maha Kuasa kemudian akan mengubah yang sudah buruk menjadi kebaikan bagi hamba tersebut. Ketika kamu mencapai kenyataan pada titik ini, tak seorangpun bisa menyakitimu atau memberimu kesulitan. Demi adab baik kamu dan rasa hormat kamu terhadap Tuhanmu dan ciptaanNya, Allah akan mengganti orang yang menyulitkanmu menjadi penolongmu! Kamu harus berkata, ‘orang ini datang kepadaku karena kehendak Tuhanku. Dia adalah hamba Tuhanku, oleh karena itu aku harus menjaga kehormatannya.’

“Melawan iblis? Kamu harus tahu bahwa bapaknya iblis ada dalam diri kita sendiri. Itulah nafsu kita. Melawan nafsu kamu sendiri sudah cukup. Ini merupakan pelajaran yang kuat.

Cintaku Cintanya

Cintaku Cinta-Nya…..
O cintaku….apakah ada cintaku ?
O cintaku apakah benar cintaku ?
Cintaku..sesungguhnya Engkau tiada dalam diriku…
Hanya Cinta-Nya yang ada dalam diriku….
Apakah diriku ada….atau memang benar2 ada….
Sungguh diri ini tiada…
Yang ada hanya Diri-Mu….
Cinta-Mu yang ada dalam diri-Mu….
Diri-Mu yang ada dalam ketiadaan diriku…..
Engkaulah sebaik-baik yang Mencinta….
Duhai Cintaku….
Hanya Engkaulah yang pantas mencintai diri-Mu….
Ya…engkau hanya mencinta diri-Mu…..
Yang ada dalam ketiadaan diri ini…..
Dalam ketiadaan seluruh alam raya…..
Dalam ketiadaan dari ke’ada’an Mu….
Duhai cintaku…ataukah cinta-Nya….
O hanya Cinta-Nya….
Cinta-Mu duhai sang Pencinta sejati….
Ajarkan aku cinta-Mu…..
Sinari aku dengan cinta-Mu….
Pahami aku dengan cinta-Mu….
Semua yang ada di alam raya ini
Ada karena cinta-Mu…..
Diri ini mencari Cinta-Mu…..
Diri yang hina ini merindu Cinta-Mu…..
Yaa wadud…ya wadud……
La ilaha illa Hu…..
Ya wadud…..

World Of Wisdom

Semakin Engkau dekat dengan dunia
Semakin Engkau kan Menderita
Semakin Engkau Jauh dengan Dunia
Semakin Engkau kan Bahagia
Ambilah sedikit dari dunia Seperlunya saja
Janganlah kau mau menelan dunia dalam sekali hembusan nafasmu
Ingatlah nafasmu adalah batasmu
Jika maut menjemput,apalah daya dunia kan menolong
Ingatlah Mati jika kau Bijak
Karena mati adalah pasti,dan hari Akhir adalah pasti…
Ingatlah Tuhanmu selalu mengawasi…
Tindak tanduk dan prilakumu…
Baik ataupun buruk..Semua kan dihitung…
Karena timbangannya adalah Yang Maha Adil…
Jangan kau sangka prilakumu telah baik..
Jangan kau kira ibadahmu telah banyak..
Karena itu sekali-kali kan menjadi hijab..
Antara dirimu dan Yang Maha Haqq….
Leburkanlah dirimu dengan diri-Nya
Dalam kekosongan dan kehampaan..
Dalam ketiadaan dari ke’Ada’an..
Yang ‘Ada’ dari semua ketiadaan…
Jadikan cobaan dan ujian-Nya
Penempa dan penajam budi dan prilakumu
Agar dirimu menjadi seorang yang dikasihi-Nya
Hingga mendapat Ridho dan Cinta-Nya
Bersabarlah….
Bersabarlah menghadapi semuanya….

Cinta Adalah Air Kehidupan

Segala hal yang menyangkut dunia ini bersifat tidak permanen, selalu dalam keadaan transisi. Oleh sebab itu, sudah sewajarnya Saya berada di sini dan berbicara kepada kalian hari ini begitu pula di tempat lain keesokan harinya. Jangan biarkan kondisi ini membuatmu sedih, karena, pada kenyataannya, transisi adalah Rahmat Allah kepada manusia. Jangan berharap, saat-saat yang indah dapat belangsung selamanya, kalian tidak dapat menahan kekekalan—kalian pasti akan cepat merasa bosan. Ketahuilah bahwa keadaan yang tidak kontinu terhadap suatu keadaan atau kondisi yang diinginkan adalah katalis untuk mendapat apresiasi yang lebih dalam lagi terhadap apa yang tergolong baik. Keinginan untuk mencapai realitas spiritual yang pandangan sekilasnya telah kalian tangkap adalah jalan bagi pencapaian mereka. Apakah ada sesuatu yang lebih berasa daripada yang didapat ketika berbuka puasa?

Inilah alasan mengapa Allah menciptakan dunia sebagaimana yang kita lihat. Tanda-tanda surgawi memberi inspirasi kepada jiwa kita. Terbitnya matahari membuat hari lebih cerah, tetapi ketika kita mulai merasa bosan dengan hal itu, lihat dan perhatikanlah, matahari itu terbenam dan cahaya rembulan yang lembut membuat kita terpesona dengan berbagai bentuknya: pertama muncul sebagai bulan sabit, kemudian berangsur-angsur bertambah besar mencapai bulan penuh dan kemudian menyusut kembali. Jika bulan tidak pernah menyusut tak seorang pun yang akan bisa mengapresiasi betapa luasnya pesona pancaran surgawi.

Curigalah pada dirimu sendiri

Jadilah anda ini orang yang berakal, bukan pendusta. Anda mengatakan takut kepada Allah namun kenyataannya anda takut pada selain Allah. Jangan takut pada Jin, Manusia dan Malaikat. Jangan takut pada binatang yang bersuara maupun yang tak bersuara. Jangan takut pada azab dunia dan jangan takut pada azab akhirat. Takutlah pada Yang Mengazab dengan azabNya.

Orang berakal tidak pernah peduli dengan cacian si pencaci di sisi Allah Azza wa-Jalla. Ia tuli, dari segala suara, selain Kalam Allah Azza wa-Jalla. Sebab seluruh makhluk di hadapanNya sangat lemah, sakit dan sangat fakir. Ia dan sejenisnya, adalah mereka para Ulama yang ilmunya bermanfaat.

Para Ulama syariat dan hakikat, adalah para dokter agama yang akan menyelamatkan pecahnya agama. Hai orang yang memecah agamanya, telah datang kepada kalian hingga menguasai kepingan pecahanmu (diutuhkan kembali). Allah yang menurunkan penyakit, Dia pula yang menurunkan penyembuhnya, Dia lebih tahu kebaikan dibanding yang lain. Karena itu jangan curiga kepada Tuhanmu atas tindakanNya. Justru anda harus curiga pada dirimu sendiri, mengecam dirimu, dibanding lainnya. Katakan pada dirimu, “Anugerah itu bagi yang taat, dan cambukan itu bagi yang maksiat.”

Manakala Allah Azza wa-Jalla berkehendak baik pada hambaNya Dia akan mengujinya, jika ia sabar maka Allah menaikkan derajatnya, membuatnya lebih baik, menganugerahinya dan memedulikannya.

“Ya Allah, kami mohon kedekatan padaMu tanpa bencana, lembutkanlah kami di dalam qadla dan qadarMu, cegahlah kami dari keburukan orang-orang jahat dan rekayasa para pengkhianat. Jagalah kami, sebagaimana kehendakMu dan seperti kehendakMu. Kami memohon ampunan dan kesehatan dalam agama, dunia dan akhirat. Dan kami mohon taufiq atas amal-amal yang sholeh serta keihlasan dalam amal ibadah. Amin.”

Ada seseorang yang masuk di kediam Syeikh Abu Yazid al-Bisthamy ra, ia tengak tengok ke kanan dan ke kiri.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Abu Yazid.

“Aku cari tempat yang bersih untuk sholat,” jawabnya.

“Sucikan hatimu dan sholatlah dimana saja kamu mau…” kata Abu Yazid.
Orang yang riya’ tidak bisa diketahui kecuali oleh orang-orang yang ikhlas. Mereka ada dalam keikhlasan dan terus menerus menjaga ikhlasnya, karena ikhlas itu merupakan panji bagi thariqat kaum Sufi, jangan sampai amal ibadah sia-sia. Sebab riya’, ‘ujub, kemunafikan, merupakan bagian dari saham syetan yang selalu dilemparkan ke dalam hati.

Karena itu menghadaplah kepada para Syeikh, belajarlah dari mereka bagaimana menempuh jalan agar sampai kepada Allah Azza wa-Jalla. Karena jalan itu merupakan jalan yang sudah ditempuhnya. Bertanyalah kepada mereka tentang penyakit-penyakit jiwa, nafsu, dan wataknya. Karena para Syeikh itu telah tegas memeranginya, mereka tahu rekayasa nafsu dan bagaimana menjauhinya dalam waktu yang panjang. Pergulatan yang panjang sampai kahirnya mereka menguasai nafsu.

Karenanya jangan terpedaya oleh hembusan syetan dalam dirimu, jangan pula tidak waspada, karena panah nafsu memburumu, dan ia tidak punya jalan kecuali melalui dirimu. Syetan jin tidak akan mampu menguasaimu jika tidak melalui syetan manusia, yaitu nafsu dengan segenap elemen keburukannya.

Mohonlah pertolongan kepada Allah Azza wa-Jalla, dan mohonlah agar terlindungi dari musuh-musuh jiwamu, maka Allah akan menolongmu. Bila engkau menemukanNya dan engkau tahu apa yang ada di sisiNya, engkau meraih anugerah dariNya, makia kembalikan - dari sisiNya - menuju keluarga dan khalayak. Ajaklah mereka semua kepadaNya bersamaNya, katakan pada mereka, “Kemarilah dengan semua keluarga kalian….”. Nabi Yusuf as, ketika menjadi raja, ia berkata kepada keluarganya: “Datanglah padaku dengan seluruh keluargamu…” (Yusuf: 93)

Orang yang terhalang adalah orang yang terdinding dari Allah Azza wa-Jalla dan ia kehilangan kedekatan padaNya dunia hingga akhirat. Allah Ta’ala berfirman dalam salah satu KitabNya: ” Hai anak cucu Adam, manakala dirimu teremukkan, maka anda akan kehilangan segalanya…”

Bagaimana anda tidak kehilangan Allah Azza wa-Jalla sedangkan anda kontra kepadaNya dan kepada orang-orang beriman dari hambaNya, menyakiti mereka dengan ucapan dan tindakanmu, lahir batin anda menentang mereka?

Sabda Nabi saw : “Menyakiti orang beriman itu lebih besar dosanya ketimbang merusak Ka’bah dan Baitul Ma’mur lima belas kali…” (Hr Ibnu Majah)

Dengarkan! Anda bisa celaka, hai orang-orang yang selalu mengecam dan menyakiti orang-orang Sufi. Mereka adalah orang yang beriman dan saleh, yang senantiasa ma’rifat kepadaNya, yang senantiasa bertawakkal padaNya. Celaka! Dalam waktu dekat anda mati, tersingkirkan dari rumah anda sendiri, harta anda yang kalian banggakan sama sekali tidak berguna dan tidak dikembalikan padamu.

Kenapa Kau Tuntut Tuhanmu

Janganlah kau tuntut Tuhanmu karena tertundanya keinginanmu, tetapi tuntutlah dirimu sendiri karena engkau telah menunda adabmu kepada Allah.”

Betapa banyak orang menuntut Allah, karena selama ini ia merasa telah berbuat banyak, telah melakukan ibadah, telah berdoa dan berjuang habis-habisan. Tuntutan demikian karena seseorang merasa telah berbuat, dan merasa perlu ganti rugi dari Allah Ta’ala. Padahal meminta ganti rugi atas amal perbuatan kita, adalah wujud ketidak ikhlasan kita dalam melakukan perbuatan itu. Manusia yang ikhlas pasti tidak ingin ganti rugi, upah, pahala dan sebagainya. Manusia yang ikhlas hanya menginginkan Allah yang dicinta. Pada saat yang sama jika masih menuntut keinginan agar disegerakan, itu pertanda seseorang tidak memiliki adab dengan Allah Ta’ala.

Sudah sewajarnya jika kita menuntut diri kita sendiri, karena Allah tidak pernah mengkhianati janjiNya, tidak pernah mendzalimi hambaNya, dan semua janjinya tidak pernah meleset. Kita sendiri yang tidak tahu diri sehingga, kita mulai intervensi soal waktu, tempat dan wujud yang kita inginkan. Padahal itu semua adalah Pekerjaan Allah dan urusanNya.

Orang yang terus menerus menuntut dirinya sendiri untuk Tuhannya, apalagi menuntut adab dirinya agar serasi dengan Allah Ta’ala, adalah kelaziman dan keniscayaan. Disamping seseorang telah menjalankan ubudiyah atau kehambaan, maka si hamba menuruti perilaku adab di hadapanNya, bahwa salah satu adabn prinsipalnya adalah dirinya semata untuk Allah Ta’ala.

Karena itu Ibnu Athaillah melanjutkan:

“ Ketika Allah menjadikanmu sangat sibuk dengan upaya menjalankan perintah-perintahNya dan Dia memberikan rezeki, rasa pasrah total atas Karsa-paksaNya, maka sesungguhnya saat itulah betapa agung anugerahNya kepadamu.”

Anugerah paling agung adalah rezeki rasa pasrah total atas takdirNya yang pedih, sementara anda terus menerus menjalankan perintah-perintahNya dengan konsisten, tanpa tergoyahkan.

Wahb ra, mengatakan, “Aku pernah membaca di sebagian Kitab-kitab Allah terdahulu, dimana Allah Ta’ala berfirman:

“Hai hambaKu, taatlah kepadaKu atas apa yang Aku perintahkan kepadamu, dan jangan ajari Aku bagaimana Aku berbuat baik kepadamu.

Aku senantiasa memuliakan orang yang memuliakan Aku, dan menghina orang yang menghina perintahKu. Aku tak pernah memandang hak hamba, sehingga hamba memandang (memperhatikan) hakKu.”

Syeikh Abu Muhammad bin Abdul Aziz al-Mahdawi ra, mengatakan, “Siapa pun yang dalam doanya tidak menyerahkan dan merelakan pilihannya kepada Allah Ta’ala, maka si hamba tadi terkena Istidroj dan tertipu. Berarti ia tergolong orang yang disebut dengan kata-kata, “Laksanakan hajatnya, karena Aku sangat tidak suka mendengarkan suaranya.”. Namun jika ia menyerahkan pilihannya pada Allah Ta’ala, hakikatnya ia telah diijabahi walau pun belum diberi. Amal kebaikan itu dinilai di akhirnya…”

Wassalam

Ramadhan, Berpuasalah.!!! Lapar Akan Meruntuhkan Ego

Engkau adalah Sultan, Sultan di antara semua Sultan. Engkau Mahabesar, tak seorang pun bisa menyamai-Mu, hanya Engkau, Wahai Tuhan kami. Semua kebesaran tidak ada artinya di hadapan Kebesaran Ilahiah-Mu. Kami bukan apa-apa. Di bulan suci ini Allah memberi kita dari Berkah-Nya yang tidak terhingga dan kita membutuhkan Berkah-Nya. Walaupun kita bukan apa-apa, kita mengaku sebagai sesuatu, yaitu dengan memberi diri kita gelar-gelar kosong sehingga kita bisa mendapat nilai tertentu. Tetapi bahkan bila kalian berusaha untuk memberikan nilai ini kepada diri kalian, itu tidak ada artinya, tak bermanfaat. Selama seseorang ingin memberi dirinya suatu nilai, dia akan menjadi hina, lebih hina, dan paling hina… Selama seseorang mengaku sebagai sesuatu, dia akan melihat pada kekuatan dirinya sendiri, pengetahuannya, posisinya, usaha yang dimilikinya, jabatannya, keluarganya, rasnya, kekayaannya… Dengan semua ini dia ingin memberikan suatu nilai bagi dirinya, tetapi pada kenyataannya dia semakin hina dan hina dan dia akan jatuh ke dalam tong sampah dan menjadikan dirinya sendiri sebagai sampah. Jika kalian berusaha menjadi sesuatu, Saya akan datang dan melihat kalian ketika kalian sedang sekarat, dan setelah meninggal Saya akan melihat bagaimana keadaan kalian. Kalian mungkin akan berbau busuk! Apakah itu nilai kalian? Kalian, yang mengaku sebagai orang penting! Jika kalian berpikir bahwa kalian sangat bernilai, mari Saya bawa kalian ke pasar orang-orang mati setelah kalian meninggal dan mari kita lihat berapa nilai kalian!

Ya, itu adalah nilai bagi semua orang yang mengaku sebagai sesuatu sekarang. Beberapa orang menempatkan bintang-bintang di pundak atau sebagai lencana di pakaiannya. Bahkan anak-anak pun bangga ketika memakai gambar singa, serigala atau rubah di kantong (baju) mereka. Orang-orang tidak menggunakan akalnya. Itulah sebabnya mereka seperti anak kecil. Mereka gembira dan bahkan bangga dengan segala macam hal yang tidak penting. Kebanggaan hanya milik Tuhan Pemilik Surga. Dia memiliki hak untuk menjadi bangga, namun demikian tidak berlaku bagi yang lainnya. Tak ada orang yang berhak menjadi bangga. Abad ini adalah abad kebanggaan. Setiap orang merasa bangga. Ketika mereka bangga, mereka akan menjadi cemburu, iri, tidak ada rasa kasih sayang dan menjadi orang yang tidak adil. Semua karakter ini berasal dari kebanggaan. Seluruh makhluk, makhluk pertama yang bangga adalah Setan. Dia mengaku bangga dan seluruh malaikat menendangnya dari posisi tertinggi ke posisi terendah.

Kita berpuasa. Kita harus berpuasa, karena kita telah diperintahkan untuk melakukannya. Sejak orang pertama, hingga kini, itu adalah Perintah Surgawi, “Wahai manusia, kalian harus berpuasa!” Puasa membuat kalian rendah hati. Ketika kalian kenyang, kalian akan merasa angkuh dan kalian tidak mempunyai hak untuk itu. Itulah sebabnya puasa adalah ibadah yang paling penting. Khatamul Anbiya, Rasulullah saw menyebutkan kepada ummatnya dan kepada seluruh ummat manusia, “Segala sesuatu mempunyai pintu, dan pintunya ibadah adalah puasa. Tanpa berpuasa, kalian tidak dapat menjadi seorang pelaku ibadah, mengapa? Karena ego kalian tidak akan memperkenankannya. Pertama dia akan menyangkal, lalu keberatan dan menolaknya. Ego kalian akan berkata kepada Allah, “Turunlah, dan Aku akan naik!” Itulah betapa buruknya karakteristik ego. Dia adalah makhluk terburuk yang pernah diciptakan. Tetapi dia sangat kuat. Dia bahkan meminta Allah untuk turun! Dia tidak akan menerima kalian sebagai seorang hamba.

Cobalah sendiri. Setiap orang mempunyai ego. Apakah kalian pikir ego kalian adalah hamba yang patuh? Bukankah dia selalu menyangkal dan menolak untuk berpuasa dan shalat dan untuk melakukan ini, itu? Bukankah dia selalu meminta untuk melakuakan hal-hal buruk? Dia selalu ingin menentang aturan Surgawi. Dia ingin bebas. Apakah kebodohan orang-orang di abad ke-20? Mereka ingin menjadi orang yang bebas! Itulah pengakuan ego mereka. Mereka tidak ingin berada di bawah kendali atau perintah siapa pun. Mereka ingin benar-benar bebas. Itu artinya mereka berkata, “Engkau di sana Allah, dan Aku di sini!” Semoga mereka diampuni…

Tak ada yang lebih efektif daripada rasa lapar, untuk membuat ego kalian lemah. Ketika Allah menciptakan ego, Dia bertanya, “Siapa kamu dan siapa Aku?” ego menjawab, “Engkau ya engkau, Aku ya aku.” Dia tidak berkata, “Engkau Tuhanku dan Aku hamba-Mu!” Kemudian Allah memerintahkan ego untuk terjun ke dalam Api Neraka selama 1000 tahun. Setelah itu ego ditanya dengan pertanyaan yang sama dan dia menjawab dengan jawaban yang sama. Dia lalu diperintahkan untuk masuk ke Neraka yang dingin selama 1000 tahun, lagi-lagi dia memberikan jawaban yang sama. Kemudian dia diperintahkan untuk pergi ke lembah kelaparan selama 1000 tahun. Ketika dia dikeluarkan dan ditanya, “Siapa Aku dan siapa dirimu?”, lalu ego menjawab, “Engkau adalah Tuhanku, Tuhan yang Mahakuasa, dan Aku adalah hamba-Mu yang lemah.” Dia menjawab dengan gemetar.

Tak ada selain kelaparan yang membuat ego menyatakan penghambaannya. Itulah sebabnya sejak manusia pertama, kita telah diperintahkan untuk berpuasa. Perintah itu ada di dalam Perjanjian Lama, Perjanjian Baru dan di dalam semua kitab suci lain yang diturunkan dari Surga. Puasa di dalam kitab suci itu sangat sulit. Puasa yang paling mudah diberikan kepada ummat Muhammad saw. Bahkan pada awalnya puasa ini sangat sulit. Selama beberapa periode awal, para sahabat Rasulullah saw hanya diperbolehkan membatalkan puasanya antara Maghrib dan ‘Isya. Setelah ‘Isya mereka diperintahkan untuk berpuasa kembali, sehingga mereka berpuasa selama 22 jam. Kemudian Allah membuatnya lebih ringan. Kita dapat makan, minum dan menikmati sepanjang malam hingga subuh. Walaupun itu adalah puasa yang termudah, banyak orang yang tidak melaksanakannya. Tetapi itu adalah perlakuan yang paling baik bagi tubuh kita dan juga perlakuan terbaik bagi ego kita. Itu juga perlakuan terbaik bagi jiwa kita, membuatnya naik ke surga. Ketika kalian berpuasa, jiwa kalian ingin mencapai level yang lebih tinggi di Surga. Cobalah untuk mematuhi aturan puasa ini sebaik mungkin. Jika kalian baru dan kalian belum pernah berpuasa sebelumnya, cobalah untuk berpuasa, tetapkanlah niat. Itu adalah faktor paling penting dalam kepatuhan dan ibadah. Allah tidak akan menerima suatu ibadah tanpa niat. Kalian harus berniat untuk melakukan ibadah hanya untuk mendapat ridha Allah. Berniatlah untuk mengikuti Perintah Suci-Nya. Jika tidak, itu bukanlah ibadah. Gunakan niat kalian! “Aku shalat untuk kesenangan (ridha) Tuhanku! Aku berpuasa untuk menjalankan Perintah Suci-Nya dan untuk membuatnya senang dan ridha terhadapku.” Setiap tindakan yang ingin dilakukan oleh seorang hamba, harus dilakukan dengan mengingat Allah , untuk membuatnya senang. Jika kalian ingin melakukan sesuatu, dan kalian tahu bahwa tindakan ini akan membuat-Nya senang, maka lakukanlah! Jika tidak, jangan dikerjakan. Waspadalah! Beberapa hukuman akan datang kepada kalian, cepat atau lambat. Jangan curang, jika Allah memberi hukuman kepada kalian nanti, itu tidak berarti bahwa Dia tidak menghukum kalian. Tidak! Jangan curang, jika Dia menunda hukuman-Nya. Itu hanya berarti bahwa Dia menanti untuk melihat apakah kalian akan bertaubat, atau tidak. Dia ingin semua hamba-Nya memohon ampunan-Nya.

Ketika kalian berniat, kalian akan menemukan kapasitas untuk berpuasa, untuk melengkapi puasa kalian. Jika kalian adalah seorang pemula dan, walaupun kalian telah berniat, kalian menyadari bahwa di siang hari di hari pertama kalian tidak bisa melanjutkannya, maka batalkan puasa kalian. Cobalah di hari kedua. Dengan cara ini kalian dapat meningkatkan dan menambahkan jam puasa kalian, dan begitu seterusnya. Di tengah Ramadhan kalian dapat melengkapi puasa kalian sepenuhnya. Itu adalah jalan, setahap demi setahap, untuk mencapai target kita. Jangan berkata bahwa kalian tidak dapat melakukannya, dan jangan terlalu ketat. Bahkan anak-anak kita tidak suka untuk beribadah. Ajari mereka secara bertahap. Dengan Muslim yang baru juga harus bertoleransi, Wahai Muslim! Jangan berkata bahwa seseorang mustahil. Itu hanyalah sebuah pertanyaan dalam latihan.

Wa min Allah at taufiq

Dimanakah Posisimu

Hari Juma’at pagi, 12 Rajab Akhir 545 H di Pesantrennya.

Jika kamu menginginkan jadi raja dunia dan akhirat, maka jadikanlah seluruh dirimu hanya untuk Allah Azza wa-Jalla, hingga dirimu menjadi pemimpin dan pemuka atas dirimu dan atas yang lain. Sungguh aku telah menasehatimu, dan aku benar-benar meluruskanmu maka terimalah pembenaran dariku. Jika kamu mendustai, maka kamu berdusta, maka dusta itu kembali padamu. Jika kamu membenarkan, dan melakukan tindak kebenaran, berarti kamu benar dan kebenaran itu kembali bagimu, “Sebagaimana kamu beragama, maka agama itu milikmu…”.
Ambillah dariku obat bagi penyakit agamamu, amalkanlah, maka akan sembuh.

Orang terdahulu telah berkeliling mengitari timur hingga barat hanya untuk mencari Wali-wali yang saleh, dimana mereka adalah dokter-dokter hati dan dokter agama. Jika mereka dapatkan salah seorang dari mereka, maka mereka mencari obat bagi agamanya.

Sedangkan kamu dewasa ini, malah membenci Ulama, Fuqoha’, para Wali, dimana mereka itu adalah orang-orang yang mengajari adab dan mengajarkan pengetahuan. Tidak aneh jika kamu saat ini tidak menemukan obat itu.

Celakanya, setiap hari kamu dapatkan pengetahuan dariku, obat dariku, dan aku bangunkan fondasi, tetapi setiap hari pula kalian merusaknya. Aku berikan obat padamu, tapi kamu tidak mengamalkannya. Setiap hari kukatakan, “Jangan makan makanan ini, karena di dalamnya ada racun. Makan saja yang ini, karena di dalamnya ada obat. Tapi kamu malah makan yang ada racunnya. Sebentar lagi kamu pasti merobohkan agama dan imanmu.

Aku memberikan nasehat padamu. Aku tidak takut dengan pedangmu. Juga tidak sama sekali berharap emasmu. Siapa pun yang bersama Allah Azza wa-Jalla, tidak akan lari karena jumlah banyak (yang melawan) baik dari kalangan Jin, Manusia, hamparan makhluk bumi, dan seluruh binatang buas lainnya.

Jangan sekadar bangga dengan para Syeikh, lalu kamu tidak mengamalkan ilmunya. Kalian semua adalah orang yang begitu tolol pada Allah Azza wa-Jalla, pada RasulNya, pada orang-orang saleh, yang senantiasa teguh bersamaNya dan ridlo atas tindakanNya. Seluruh keselamatan terletak pada kerelaan hati atas rencanaNya, dan pendeknya angan-angan kamu, disamping zuhud di dunia. Jika kamu melihat bahwa diri kamu sesungguhnya lemah, maka cukuplah kamu mengingat kematian dan pendek angan-angan. Rasulullah saw, menceritakan tentang hadits Qudsy:


“Tak ada yang lebih utama bagi yang mendekat dari orang-orang yang mendekat kepadaKu dibanding orang yang melaksanakan fardlu yang Aku wajibkan pada mereka.

Dan senantiasa hambaKu mendekat kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah, hingga Aku mencintainya. Bila Aku mencintainya, maka Aku adalah Pendengaran baginya, Penglihatan, Tangan dan Pengokoh baginya.

DenganKu ia mendengar, dan denganKu ia melihat, dan denganKu ia memukul.”

Ia memandang seluruh perbuatannya bersama Allah Azza wa-Jalla, bersamaNya ia keluar dari upayanya, kekuatannya, dan memandang dirinya dan lainnya, hingga gerak dan upayanya serta kekuatannya bersama Allah Azza wa-Jalla. Tidak bersama dirinya dan tidak bersama makhluk-makhlukNya. Ia orientasikan dirinya, dunianya, akhiratnya, sebagai ketaatan kepada Allah Azza wa-Jalla, apalagi pasti ketaatannya adalah taqarrubnya yang menjadi sebab cintanya Allah Azza wa-Jalla kepadanya.

Dengan ketaatannya ia mencintai dan taqarrub. Dengan kemaksiaatan yang ada, ia marah dan benci, serta menjauhi. Dengan taatnya ia bahagia, dan dengan maksiat ia lari. Karena siapa yang berbuat buruk akan lari. Dengan jejak syara’ ia raih kebajikan. Dengan kontra pada Allah ia dapatkan keburukan. Siapa yang dalam upayanya tidak berselaras dengan aturan Ilahi maka ia tergolong orang yang paling hancur.

Karena itu beramal dan tekunlah, tapi jangan kamu bersandar pada amal. Orang yang tidak pernah beramal ibadah ia senantiasa tama’. Dan orang yang mengandalkan amalnya senantiasa kagum pada diri sendiri dan terpedaya.

Manusia ada yang berdiri antara dunia dan akhirat.

Ada yang berdiri antara syurga dan neraka.

Ada yang berdiri antara makhluq dan Khaliq.

Jika kamu orang zuhud, posisi kamu berada diantara dunia dan akhirat.

Jika kamu orang yang takut pada Allah, posisi kamu diantara syurga dan neraka.
Jika kamu orang ‘arif posisi kamu berdiri antara makhluk dan Khaliq. Di satu sisi kamu melihat makhluk, dan disi lain kamu Melihat Khaliq.

Kamu mengenal mereka, dimana mereka melihat situasi akhirat dan hisabnya, serta seluruh apa yang ada di dalamnya. Tidak! Bahkan kamu kamu diberi tahu apa yang kamu saksikan dan kamu lihat. Tak ada berita yang lebih nyata dibanding melihat secara nyata. Ada kalangan yang sangat menunggu bertemu Allah Azza wa-Jalla, mereka senantiasa berharap di seluruh waktunya. Mereka tidak takut akan kematian, karena kematian sebagai sebab bertemu Allah Azza wa-Jalla Sang Kekasih. Berpisahlah sebelum engkau dipisahkan. Tinggalkan sebelum engkau ditinggalkan. Hijrahlah sebelum dihijarhi oleh keluarga dan seluruh makhluk. Raihlah apa yang berguna ketika kamu dikuburan. Bertobatlah dari ambisi meraih hal-hal yang dibolehkan namun dengan cara menuruti nafsu.

Hai kaum Sufi, hati-hatilah dalam seluruh tingkahmu. Hati-hati itu adalah pakaian agama. Carilah pakaianmu dariku bagi agamamu. Ikuti aku, karena aku senantiasa teguh berpijak pada jejak rasulullah saw. Aku pengikutnya dalam soal makanan, minuman, perkawinan dan perilakunya. Apa pun yang ditunjukkannya menuju kepada Allah Azza wa-Jalla, senantiasa aku berserasi demikian, hingga aku berselaras dengan kehendak allah Azza wa-Jalla, tanpa pikir panjang. Hanya dengan memuji Allah, bahkan aku tak terlintas dengan pujian dan cacianmu, dengan pemberian dan hambatanmu, dengan kebaikan maupun kejahatanmu, dengan penerimaan maupun penolakanmu.

Kamu memang bodoh. Dan orang bodoh tidak peduli dengan Allah Azza wa-Jalla. Jika kamu merasa menang dan bahagia, serta menyembah Allah Azza waJalla, maka ibadahmu itu tertolak. Karena ibadahmu bersamaan dengan kebodohanmu, sedangkan seluruh kebodohan itu merusak.


Nabi saw, bersabda:


“Siapa yang menyembah Allah Azza wa-Jalla dengan cara yang bodoh, maka unsur yang merusak lebih banyak dibanding yang menimbulkan kebaikan.” (Ditakhrij oleh al-‘Ajluny).


Kamu tidak beruntung selama tidak mengikuti jejak Al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw. Sebagian Sufi mengatakan: “Siapa yang yang tidak punya guru, maka gurunya adalah Iblis.”


Karena itu ikutilah jejak para Syeikh, para Ulama Billah, yang berpegang teguh pada Kitab dan Sunnah, yang mengamalkan keduanya, dan berhusnudzonlah kepada mereka. Kamu belajar dari mereka dan beradablah yang sopan dengan mereka serta keluarga mereka, kamu akan bahagia. Sebaliknya jika kamu tidak mengikuti jejak Kitab dan Sunnah serta tidak berguru pada para Syeikh yang arif, kamu tidak akan beruntung selamanya.

Ingatlah kata-kata, “Siapa yang mengandalkan pikirannya, akan tersesat.”


Bersihkan dirimu dengan berguru pada para Syeikh yang lebih alim dibanding kamu, sibukkan dirimu untuk diperbaiki olehnya, baru kamu pindah ke pembersihan berikutnya.


Nabi saw, bersabda:

“Mulailah dari dirimu, kemudian pada orang sekitarmu.” (Hr. Bukhari).


“Tak ada nilai sedekah sedangkan keluarga dekat sangat membutuhkannya.” (Hr Ahmad).

Keindahan Berasal Dari Cinta

Makin banyak kalian menggunakan cinta dalam kehidupan maka kehidupanmu akan semakin indah. Jika kalian tidak menggunakannya, kehidupanmu akan menjadi keras dan kasar.
Seseorang yang tidak pernah merasakan cinta bagaikan kayu yang kering. Ketika cinta datang kepada alam, alam menjadi hijau dan mendapatkan warnanya. Cinta mengalir melalui bunga, cinta juga mengalir melalui buah. Ketika cinta mencapai mereka di musim semi mereka mulai berseri. Jadi ketika mereka mengambil cinta itu, mereka lalu memberi cinta. Kalian harus memberikan cintamu kepada lingkunganmu. Segala sesuatu di sekelilingmu mengharapkan cintamu. Kalian harus menjadi sumber cinta, atau mata air cinta, atau keran cinta atau sungai cinta, atau lautan cinta atau samudra cinta.
Bookmark and Share

Awal Dari Sebuah Pemahaman Baru

As-salamu alaikum! Salam (adalah) dari surga, kalian harus mengucapkannya sebanyak yang kalian dapat ucapkan, karena akan mendatangkan rahmat dan berkah-Nya.Jangan Khawatir!

Semoga Allah mengampuni kita!A’udhu bi-llahi mina sh-shaitani r-rajim, Bismi-llahi r-Rahmani r-Rahim. Meded, ya Sultanu-l Awliya, Meded, ya RIjalallah!
Saat ini ada sebuah mesin baru;orang mana yg kalian kehendaki untuk berbicara tinggal tekan saja tombolnya,dengan cepat meraih loudspeaker.benar? apakah kalian mengerti ini atau tidak ? meski kita dapat katakan : “Oh, Destur, ya Sayyidi!” Saya menggapai hati dari Grandsheikh kita dan saya memohon: “Oh, guru kami,kami menunggu sesuatu yang merupakan karunia dan rahmat dari Allah, untuk menjadikan kita untuk lebih dekat dikehadirat Keilahiahan-Nya.Tolonglah kami!” Siapa yang melupakan ini, maka dia akan dilupakan!

Rasulullah saws bersabda : “Allahumma la takilni ila nafsi (tarfataini)!” itu sesuatu yg berarti… Hadith Nabawi Sharif, kata2 suci dari Nabi saws, datang dari surga, dan beliau (saws) bersabda - dan dalam setiap kata-katanya,dari setiap pebicaraannya dari Rasulullah saws – salawat dan salam serta rahmat-Nya senantiasa tercurahkan kepadanya – adalah bagaikan samudera. Itu artinya, satu dari artinya (dari) ‘Allahumma la takilni ila nafsi’ (adalah): jika seseorang ‘yaktafi’, (adalah cukup) bagi dirinya, artinya, tanpa berfikir, tentang memohon sebuah hubungan dengan orang2 surgawi,dia akan ditinggalkan dengan segala kelemahannya dan tanpa pertolongan. (siapa yang berkata:) “saya tahu, saya boleh bicara, saya dapat melakukan apapun” – orang itu akan ditinggalkan dan yang ada hanya dirinya sendiri. Dan kita adalah orang2 yang lemah,apa yang dapat kita lakukan ? jika (tidak ada) dukungan surgawi,kita (adalah) sangat lemah!

Dan itu adalah sebuah arti yang bagus bahwasanya kita jangan percaya kepada ego kita, karena ego berkata : “aku disini! Aku tidak suka seorangpun bersamaku! Seluruh kekuatan ada ditanganku! Itu adalah sebuah kebohongan besar! Untuk kebanggaan ego kita..ego kita tidak pernah suka untuk berkata : “tolonglah aku!tolonglah aku o makhluk2 surga! ego tidak akan pernah mengatakan itu. Dan orang itu akan menjadi ‘Mahrum’ tidak akan mencapai apapun!
untuk itu kita berkata : “O guru kami,tolonglah kami! Kami berlari menujumu! Engkau mengirim kami,apa yang akan kami bicarakan

Destur!” Destur artinya : “saya memohon dengan kerendahan hati : O, sultan (pemimpin) kami,dukunglah kami!” jika tidak berfikir pada itu dan berkata : “ aku tahu,aku dapat melakukannya” kalian akan ditempatkan melalui kapasitas dan kemampuanmu, dan itu sangatlah kecil!

Meski ‘Himmatu rijal takta-u jabal (?)’! kekuatan dari seorang suci dari surga dapat melenyapkan bahkan gunung yang tertinggi gunung himalaya.tetaplah lakukan ini, untuk senantiasa memohon dukungan orang2 surgawi! Dan jika tidak semoga kekuatan ego akan lenyap dengan kekuatan surgawi!

meski, o manusia, jangan percaya kepada kemampuanmu, kapasitasmu, kekuatanmu – kamu adalah bukan apa2! Katakana : “ O tuhanku, aku bukanlah apa2! Aku bukanlah apa2 tolonglah aku! “meski Allah Yang Maha Perkasa mengutus hamba-Nya yang terpilih,dimana mereka adalah orang2 suci,dimana mereka adalah para pengikut jejak langkah seseorang dari kehadirat-Nya disurga. Jika tidak mereka ada dititik nol, (mereka) tidak dapat melakukan apapun, semut dapat melakukan sesuatu, orang itu tidak dapat melakukan apa2!

Itu adalah sebuah titik yang penting juga mereka menginagtkan kepada kita (bahwa): Jangan percaya kepada kekuatanmu! Hari ini mungkin saja kalian ada dititik kekuatan, esok bisa jadi kamu ada dibawah kaki orang2.tapi sekarang ini orang2 berusaha menunjukan mereka datang dan bicara : aku adalah ini! “seperti dokter salim: aku adalah ini! Aku akan melakukan ini,aku akan merubah ini,aku akan membawa ini…”

Bagaimana kalian mengucapkan ini? Bagaimana kalian mengucapkan ini ? kamu hanyalah satu orang. Jika orang2 berkata : “kamu adalah presiden atau kamu adalah kanselir…” Kanselir besar di jerman,yang badannya besar,siapa namanya? Helmut Kohl…seorang yang baik,seorang yang baik, tapi dia jatuh.dia adalah seseorang yang baik.saya memujinya.orang itu adalah orang yang baik,tetapi dia hanya percaya pada dirinya sendiri,pada percobaannya (?) dan dia jatuhtidak ada hubungan dengan seseorang yang datang dari surga untuk mendukungnya, dan dia habis!

Dan manusia saat ini,mereka kebanyakan orang2 yang tak patuh; mereka berfikir bahwa : “Jika kita berbicara sebuah pidato yang baik kepada orang banyak” dan orang2 akan melihat mereka : “Ohhh! Apa (yang dia) katakana!”orang2 mereka ada diposisi yang terburuk.

Dunya, Dunya, dunia kita,yg kita hidup didalamnya, akan seperti seekor kuda yg sudah tua : dari setiap sisinya akan jatuh,sebuah awal dari kejatuhan.bagaimana kau akan menndapatkan sebuah kekuatan atau ‘tadbir’, sebuah kesepakatan, untuk membangun kembali rumah ini ? orang2 itu,orang yg yg pergi dan orang2 yang datang,mereka juga tidak dapat melakukan apa2 atas hal itu; itu sangat tua dan terlihat seperti…jika kalian menyentuhnya atau menendangnya…uhhh itu akan terjatuh(rapuh).dan kalian berkata didepannya : “ akulah orangnya,yang datang untuk meremajakan,untuk membangun kembali gedung2 ini!” itu akan menimpa kepalamu!

Hadirin sekalian,mereka adalah orang2 yang lalai.Mereka yang tak percaya kepada Tuhan,mereka orang2 yang sangat lalai, tak patuh,tidak ada pemahaman.tidak ada yang mereka pelajari.dan itulah hal yang terjadi di bumi kita saat ini; satu sisi dari gedung itu, sedang jatuh…shorrr! Hadirin,mereka keheranan: “apa yang terjadi “ seperti U.S kebodohanmu…kalian bukanlah bodoh,kalian adalah keledai.itulah U.S itulah sebuah kebodohan, tapi kamu…kamu juga, kamu bukanlah orang bodoh,kamu adalah keledai…

Sebelum sepuluh hari yang lalu, mereka berkata: “USA sedang jatuh.” Apa yang terjadi ?

Karena tiba2 satu sisin gedungnyaya…furrrr! Sedang terjatuh! Apa itu ?” adalah sebuah Bank dimana 700.000 milyar…mereka mencari…mereka berlari ketimur dan barat: “bagaimana kita menghentikan ini ? jika kita tidak dapat menghentikan ini, seluruh bangunan gedung ini akan menimpa kita! Itulah apa yang kami katakana disini: satu titik, jika kalian menyentuhnya,maka itu akan jatuh! Dimana pikiranmu ? dimana ilmu pengetahuanmu ? mana kekuatanmu untuk menghentikan itu ?

Jerman,mereka lebih cerdik.juga bank pusat dimana ekonomi jerman berpijak pada bank itu,awalnya sempat bergejolak.ketika mereka melihat itu bergejolak dia berkata: “kita juga bergejolak saat ini! Kami takut jatuh! Ohhh! Apa yg kulakukan ? aku berfikir bahwa dengan milyaran euro aku akan berkuasa,tapi sekarang aku melihat dan memperhatikan bahwa kita bukanlah apa2! Milyaran euro tidak dapat mendukung kita! Ya..mereka saat ini adalah orang2 yg lalai dan tak patuh dan ini adalah masa kedua dari orang2 yg tidak patuh. (jahiliyah kedua)

Pada masa penghulu para nabi yaitu Sayyidina Muhammad saws adalah masa2 ketidak patuhan, sebagaimana Al Qur’an yang suci telah menerangkan atau memberikan tanda2nya dimana : “akan ada masa ketidak patuhan lainnya”, sekarang ini kita ada didalamnya!

Karena orang2,mereka melupakan tuhan mereka.Kesemua dari mereka,mereka hanya percaya pada kekuatan mereka,pada pikiran mereka,pada pengetahuan mereka,pada mentalitas mereka.dan ini akan menjadi sesuatu yang sangat ,sangat,sangat lemah,mereka memikulnya saat ini.seluruh dunia dan seluruh orang2 bijak didunia orang2 ahli,mereka ada didalam ‘Bahru-l Haira’, keheranan; mereka sekarang mengerti itu: “kita tidak tahu apa2!” kita tidak tahu apa2!.

Amerika mengklaim bahwa : “kami ada dititik tertinggi”, (adalah) sebuah keheranan saat ini, (berandai),bagaimana mereka dapat menyelamatkan diri mereka sendiri. Dan kedua mengikuti mereka adalah orang2 jerman. Pemerintah jerman berkata: “kamilah orang2 yang kuat, kami tidak akan pernah jatuh!” Dan itu akan menimpa mereka! Siapa yang mengklaim bahwa : “Akulah yang terkuat”, dengan segera dia akan berada pada titik yang terlemah, berada pada titik Nol!

Kamu boleh saja naik, naik, naik…satu, dua, tiga, empat, lima, sepuluh, duabelas, limapuluh, seratus, seribu, dan sejuta, semilyar, setrilyun, quatrilyun… tapi scala pencapaianmu tidak dapat kalian capai!kalian dapat mencapai titik trilyun,quatrulyun atau pentitrilyun atau sextillions… kamu dapat pergi,kamu dapat menaruh nol, tapi itu adalah skala yang tak terhitung! Selalu kamu bukanlah apa2,selalu kamu ada di titik Nol! Kalian harus tahu itu!

Allah Yang Maha Perkasa mengharap untuk mengajarkan manusia saat ini,dimana mereka(manusia),sebelum datangnya Nabi Isa as, sebelum datangnya Sayyidina Mahdi as! “Bangunlah! O manusia, bangunlah! Cobalah pahami,siapa dirimu,siapa yang menciptakanmu, dan bagaimana untuk berurusan dengan makhluk2-Nya! Bangun dan lihatlah! “ tetapi orang2 belum juga terbangun dan membuka mata mereka. Allah Yang Maha Perkasa mengharap mereka untuk bangun,tapi tetap saja manusia masih terlelap dalam tidur.

Itu adalah dua pelajaran penting! Kekuatan surgawi senantiasa berusaha untuk membangunkan manusia,karena waktu sayyidina Mahdi as dan Isa as bru saja datang! Ketika masa mereka telah tiba itu artinya adalah mas akhir dari kehidupan di planet ini;akan segera berakhir dan hari kebangkitan akan datang!

Dan Allah Yanga Maha Perkasa berharap untuk membangunkan manusia dan karena manusia tidak percaya kepada kitab suci,Allah menunjukan sesuatu pada manusia,yang dapat manusia pahami. Mereka akan mengerti! “Kallimu naas ‘ala qadaru kulihim.” Kalian harus bicara, kalian harus menyeru orang2, sejauh pemhaman mereka. Jangan beranjak ! kalian harus bicara dalam pemahaman mereka kamu harus bicara! Itulah deklarasi surgawi untuk seluruh Negara melalui bahasa surgawi : “ O Manusia lihatlah! Kami tidak berbicara sesuatu yg berasal dari surgawi untuk ditujukan kepadamu dengan bahasa surga,tetapi kami berbicara ini dengan bahasa yang dapat kamu pahami! Kamu pelajari dan tetapi tidak kamu pahami! Itu adalah tanda yang lainnya bahwa hari akhir telah didepan mata. O manusia, berfikirlah dan bangunlah!

Dan kemudian, kita datang dari apa : O guru kami, tolonglah kami! ! Destur, ya Sayyidi, Meded!” kami mengharapkan dukungan surgawi, tetapi mereka tidak mengerti tentang dukungan surgawi,selalu mereka menyangkalnya.sekarang mereka baru mulai mengerti, apa itu dukungan surgawi! Dan kita harap itu adalah sebuah awal dari sebuah pemahaman baru! Ya pak!

Semoga Allah mengampuni kita! Kita membutuhkan utnuk dapat diampuni dan ampunan datang dengan cara menjauhi segala hal yang dilarang. Jika kalian tidak meninggalkan hal2 yang dilarang, tidak akan pernah datang ampunan dari surga dan dibalik ampunan disitu akan datang Rahmat.dan kalian akan selamat pada saatnya! Semoga Allah

Mengampuni kita! Demi kemuliaan dari hamba-Nya yang termulia dikehadirat keilahiahan-Nya Sayyidina Muhammad saws, fatiha

La haula wa la quwwata… Tauba, ya Rabbi, Tauba, ya Rabbi!

Allahumma salli wa sallim ‘ala Nabiyina Muhammad alayhi salam,

salatan tadumu wa tughda ilay, mamarra layali wa tula dawam…

Jangan Gembira Atas Prestasi Taatmu

Janganlah kamu bergembira karena taatmu, karena itu muncul dari dirimu .Bergembiralah dengan taat itu, karena ketaatan itu muncul dari Allah Ta’ala sebagai anugerah padamu.”Taat atau kepatuhan kita kepada Allah merupakan salah satu intisari dari aspek ubudiyah yang dicintai Allah, dan kegembiraan terhadap kepatuhan itu merupakan persoalan yang naluriah. Namun kenapa kita dilarang oleh Ibnu Athaillah untuk merasa bergembira atas ketaatan kita? Yang dilarang manakala, bahwa kita bergembira karena kita merasa bisa, merasa mampu, merasa bisa, bahwa taat itu adalah prestasi dan usaha kita.Kita boleh bergembira manakala kita merasakan bahwa taat kita adalah kehendak Ilahi demi anugerahNya yang turun pada diri kita. Artinya jika Allah memberikan pertolongan kepada kita, sang hamba dianugerahi kemampuan untuk taat kepadaNya. Sebaliknya bila Allah ingin merendah-hinakan hambaNya, maka si hamba dibukakan pintu hawa nafsunya untuk maksiat kepadaNya. Syeikh Zaruq menegaskan: Hamba Allah itu bergembira atas ketaatannya, dalam tiga tahap. Pertama, kegembiraan yang muncul disebabkan adanya pahala dibalik taat, atau terhindar dari siksaNya. Kedua, kegembiraan disebabkan taat itu yang bisa menjernihkan, membersihkan dan menyucikan dirinya, atas prestasi taatnya. Ketiga, gembira karena taatnya sang hamba merupakan bentuk Taufiqnya Allah, sehingga ia mampu melaksanakan perintah dan menghindari laranganNya. Yang terakhir (ketiga) lebih tinggi dibanding yang kedua, begitu juga yang kedua lebih tinggi dibanding yang pertama. Sebab yang ketiga, senantiasa disongsong rasa syukur oleh si hamba, sedangkan yang kedua, si hamba malah bisa kagum pada prestasi amalnya, dan yang pertama, si hamba bergantung atau mengandalkan amalnya. Oleh sebab itu Allah Ta’ala berfirman: “Katakan, dengan Fadhal Allah dan RahmatNya, maka dengan keduanya, hendaknya mereka bergembira. Itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” Ini menunjukkan bahwa kegembiraan kita tidak boleh dilatari oleh amaliyah kita, tetapi dilatari oleh Fadhal dan RahmatNya, kita gembira. Karena Fadhal dan rahmat itulah yang membuat kita bisa taat. Mengenang dan mengingat anugerah Allah, Fadhal dan RahmatNya membuat kita terus bergembira dan terus menerus menambah syukur kita. “Jika kamu bersyukur, niscaya Aku tambah nikmatKu kepadamu,” demikian Allah berfirman. Wamin Allah at-tawfiq bihurmati habib al fatiha

Aku

Aku.??? siapa seh aku.??? aku cuma manusia yang tak pernah lepas dari berbagai macam jenis dosa. Tak pantas rasanya aku ini mengaku sebagai hamba allah. karena aku ini munafik, yang selalu yang selau datang kepada manusia dengan wajah malaikat tapi pulang dengan seribu pertanyaan “aku ini berwajah malaikat atau setan.???”

Aku pandangi lagi wajahku di cermin. Ah.!!! mahluk sepertiku tak pantas di sebut hamba allah. aku selau berkhianat kepadanya, bersikap munafik dengan seribu wajah yang aku banggakan.

Aku selalu tidak memendang hikmah yang di berikannya dengan cara yang pahit bagiku. aku hanya berpikir kalau dia tak adil.!!! karena keadaanku sekarang. dengan berbagai alasan keadaan aku menyalahkannya. seolah aku lah penguasa di padang mahsar nanti, seolah aku lah nanti yang menentukan apa aku ini masuk surga atau neraka.

Semua itu pahit

Aku menunggu kesadaranku yang mulai rapuh karena ini semua. dengan seuntai raja yang tiada pantas aku persembahkan untuknya.

Robbigfirlii, dzunubii, wa liwalidayyaa

warhamhuma kama rabbayyanii shagiraa……

amien……….

Tuhanku

Aku melihat Tuhanku dengan mata dari mata hatiku

Aku berkata, “ Tidak ada keraguan, hanya Engkau yang ada, hanya Engkau, hanya Engkau “

Engkaulah satu-satunya yang memasuki setiap rasa dimanapun di dalam diri ini, karena dimanapun rasa yang kucari di dalamnya ada Diri Mu.

Tidak ada cara untuk mengetahui Diri Mu, dimanapun kami mencarinya, sebab di setiap tempat yang kami temui hanya Diri Mu

Tak akan sanggup aku berkhayal tentang Diri Mu, karena kami tidak mengetahui tentang Mu

Tak ada satu pengetahuanpun yang dapat mengetahui tentang Diri Mu kecuali pengetahuan yang datang dari Diri Mu untuk mengetahuinya

Dalam kehilangan diriku aku melihat Diri Mu dan hanya menemukan Mu, dan semakin ku mencari diriku dalam Diri Mu yang kutemukan hanya Diri Mu

Kepada Seorang Ayah Yang Berbahagia

ku bayangkan air mata memenuhi kelopak matamu
saat kau bacakan baris-baris kasih sayang
kepada buah hatimu

kusapa, ada beberapa butir air mata
menggantung di sukma ku
hendak menyeruak kedunia menemui keharuan

tak ada yang dapat ku ucapkan hari ini
seperti hari kemarin, aku hanya bisa membisu.
coba ku tulis beberapa kata ungkapan kehormatan
kepadamu yang kini duduk menyaksikan ilham ilahi
merasuki tulang-tulang tua mu

adakah aku akan meliahat orang tua ku
sebahagia lantunan nyanyian hatiku
yang hendak menempuh tahap tertinggi kodrat manusia.????
aku merengung menggores bayangan butiran air matamu
yang terdorong oleh kebahagiaan
aku berusaha menutupi jalan untuk air mataku
yang tak sanggup menahan keharuan
menuntut jalan keluar
mungkin hendak berteman dengan air matamu

Senyum Di Balik Luka Cinta

Tertatih, berdiri untuk dapatkan tempat di hatinya
tak ada yang perlu di sesali
karena itu lah yang ku maksud cinta sejati
selau memberi dan memberi
walau di mata tak ada di hati
dan tak prenah peduli

Tangisku hilang di telan malam
kebisingan menjadi teman dalam kesakitan
sendiri menikmati keadaan
dan dari jauh aku melihatmu yang tak hirau kan perasaanku

Aku terus saja mencari makna di balik cinta yang ku rasa
aku terus saja berlari ke tempat yang ku suka
aku menunggu hari dimana kau
pahami perasaanku
akan cintaku

Dan di tengah persimpangan
ada pandangan yang berliku jawaban
tawa bahagia yang kau lemparkan
untuknya yang sedang kau pegang erat tangannya

Namun
aku akan tetap setia
untuk cinta yang ku rasa
sampai esok aku lupa….

Terlalu lama hilang

Sembunyi di balik memori yang terabaikan
merekam tiap detik yang terlewatkan
entah dengan senyum, air mata atau dengan desah penyesalan
semua terabadikan
dalam sketsa yang mulai pudar warna
hitam putih kenangan
layaknya lembaran fhoto tua
lusuh di makan usia…

Lirih

Bisik itu lah yang melontarkan aku lagi
pada kenangan yang menyelinap lewat sunyi
setelah sekian lama sempat meronta
hingga makin semerah senja
lalu perlahan kubiarkan reda

bisik itu lah yang membuka kembali robekan gelisah
dalam tahun-tahun yang merekah
saat luka baru menggantikan luka lama
dan kau tak pernah tau tentang itu

semua terus membangunkan ku
tentang apa yang bisa tenggelam
namun tak bisa di lenyapkan
dengan gelas-gelas kosong
yang terus terisi dengan tetesan rindu

dengan bibir berkatup ku dengar lagi
bisikan yang terus datang
meski waktu belum juga berpihak
untuk hadirkan dirimu dalam petang.

Ibu

Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir-bibir manusia
dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.
kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.

Ibu adalah segalanya, ibu adalah penegas di kala kita lara,
impian kita dalam rengsa, rujukan kita di kala nista.
ibu adalah air mata cinta, kemuliaan, dan toleransi
siapa pun yang kehilangan ibunya, ia akan kehilangan sehelai
jiwa suci yang senantiasa merestui dan memberkatinya

Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu
matahari sebagai ibu bumi yang menyusui dengan panasnya
matahari tidak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam
merebahkannya dalam lentera ombak,syahdu tembang
beburungan dan sesungaian

Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan
bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya
pepohonan dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan
dan bebijian

Ibu adalah jiwa keabadia bagi semua wujud
penuh cinta dan kedamaian.

Sinar Di Ujung Senja

Deru ombak menghempas
ditengah lautan yang sepi
raga ku kembali mencari arti
bersama jiwaku yang rentan
menyikapi setiap hitam putih kehidupan
menyusuri setiap sisi hati
mencari sesuatu yang bisa memberi arti

ketika sinarmu hadir
di setiap sisi hatiku yang hampir redup
menemaniku menyusun kembali kepingan
yang aku sendiri lelah menyatukannya
kau menciptakan jutaan kata, rasa dan asa
yang bisa membuatku bangkit
walaupun masih tertatih

ku harap ketika semua harus berakhir
sinarmu di ujung senja itu tetap menyinariku,
jika semua itu tak mungkin
biarkan semua menjadi kisah terindahku…

Khumaira

Kau menjadi bunga mawar merah di hati
melambangkan sukma jiwa yang bermimpi
berharap tanganmu sambut cinta kasih ini

Tangismu itu dukaku seumur hidup
senyumu itu bahagiaku atas kematianku
terarah jalan ini
ku lukis atas cintamu

Pandanglah secercah kisah ini
raihlah aku yang sendiri
yang bertemankan bintang malam dan kesepian

Aku akan datang
temanimu dalam sepi hari-harimu
berjalan di antara surga cinta
mungkin juga neraka.!!!

Sajak Putih

Bersandar pada tari warna pelangi
kau depanku bertudung sutra senja
di hitam matamu kembang mawar dan melati
harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
meriak muka air kolam jiwa
dan dalam dadaku memerdu lagu
menarik menari seluruh aku

Hidup dari hidupku, pintu terbuka
selama matamu bagiku menengadah
selama kau darah mengalir dari luka
antara kita mati datang tak membelah….

Pada Suatu Hari Nanti

Pada suatu hari nanti
jasadku takkan lagi ada
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau takkan ku relakan sendiri

Pada suatu hari nanti
suaraku tak terdengar lagi
tapi di antara larik-larik sajak ini
kau akan tetap ku siasati

Pada suatu hari nanti
impianku pun tak di kenal lagi
namun di sela-sela huruf ini
kau takkan letih-letihnya ku cari….

Ternyata Ayah Itu Menakjubkan

Ayah ingin anak-anaknya punya lebih kesempatan daripada dirinya
menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih banyak tidak bergantung pada siapapun
dan [tapi] membutuhkan kehadirannya

Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang memotret.
ayah mulai merencanakan hidupmu ketika ia tau ibumu hamil
[mengandungmu] tapi begitu kamu lahir, dia mulai membuat revisi
ayah membantu membuat impianmu menjadi kenyataan bahkan dia pun bisa
meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskannya

Ayah mungkin tak tau jawaban sesuatu, tetapi ia membantu kamu mencarinya, ayah mungkin tampak galak di matamu, tapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangimu

Ayah di dapur. membuat masakan seperti penjelajah ilmiah
dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan dia hanya sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu
dan hasilnya hmmmmmmmmmmm “tidak terlalu mengecewakan “^_^

Ayah mungkin tak pernah menyentuh sapu ketika ia masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.

Ayah akan memerimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu di bahunya
ketika pawai lewat.
ayah tidak akan memanjakan ku ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman, siapa tau kamu membutuhkannya.
ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak akan memberi tahumu apa yang harus kamu lakukan. tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya. ayah percaya orangharus tepat waktu. kerena itu ia akan lebih awal menunggumu.

AYAH ITU MURAH HATI……….
ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan…..
ia menghetikan apa yang ia kerjakan, kalu kamu ingin bicara…

Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar SPP mu tiap bulan
meskipun kamu tak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya…
ayah mengangkat beban berat di bahumu dengan merengkuhkan tenaganya di sekeliling beban itu…

Ayah akan berkata….”tanyakan saja pada ibumu…”
ketika ia berkata…”tidak”
ayah tak pernah marah, tapi mukanya aka sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin dan dia pun hampir tak pernah marah, kecuali anak lelakinya kepergok menghisap rokok do kamar mandi.
ayah mengatakan……tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan.

Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika ia melihatmu melakukan
sesuatu hal yang baik persis seperti caranya…..
ayah lebih bangga pada prestasimu daripada prestasinya sendiri
ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meninggalkan rumah, karena kalau sampai ia memeluk mungin ia tidak akan pernah bisa melepaskanya.

Ayah tidak suka meneteskan air mata……..
ketika kamu lahir dan mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya.
dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya
[sssssssssssssss tapi sekali lagi ini bukan menangis]

Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu…
ketika kau bermimpi akan di bunuh minster……..
tapi……..ternyata dia bisa menangis dan tak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadisnya di rantau tak memberi kabar hampir selama satu bulan.

Ayah pernah berkata;”kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkualitas tinggi, janganlah mencarinya di pasar apalagi di tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu “jika kamu ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada yang menciptakanya.”

Untuk masa depan anak lelakinya ia berpesan;”jadilah lebih kuat dan tegar dari padaku,pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak lebih dari ibumu,berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku.daripada apa yang telah aku berikan padamu.

Dan untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan;”jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selau bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anak mu kelak.!!! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan ayah, tapi jangan kau gantikan posisi ayah di hatimu”

Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu….
Ayah bisa membuatmu percaya diri…..
karena ia percaya padamu…..
ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi ia hanya mencoba melakukan yang terbaik……
dan yang terpenting adalah………
ayah tidak akan pernah menghalangimu untuk mencintai ALLAH, bahkan ia akan membentangkan seribu jalan agar kamu dapat menggapai cintanyan karena diapun mencintaimu karena cintanya…..

Takkan Pernah Menyesal

Mengapa aku harus menangis menyesali kepergianmu
aku harus setegar karang kokoh berdiri di lautan dan takkan hancur
karena ombak.
tak pernah menyesal mengenal dirimu
jalan yang ku tempuh tlah tertuju padamu
ku takkan sesali pengalaman cinta ini
wanita terindah pernah menjadi miliku
pergantian musim selalu mengingatkan ku padamu
adakah engkau mendengar aku memanggil nama mu.???
perlahan ku coba berdiri menaha perih dan bernyanyi
mungkin kau pernah terluka tanpa diriku.

Lapaz Cinta

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana………
seperti kata yang pernah diucapkan kayu kepada api
yang menjadikannya abu…..
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana…………
seperti isyarat yang tak sempat di kirimkan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada……

Perpisahan

Ketika tiba saat perpisahan jangan lah kalian berduka,
sebab apa yang paling kalian kasihi
dirinya mungkin akan tampak lebih nyata
dari kejauhan seperti gunung yang tampak lebih agung terlihat
dari padang dan dataran………..
Bookmark and Share

Kata Terindah

Kata yang paling indah di bibir umat manusia
adalah kata “Ibu”
dan panggilan yang paling indah adalah “Ibuku”

Ini adalah kata penuh harapan dan cinta,
kata manis dan baik
yang keluar dari kedalaman hati……….
Bookmark and Share

Sajak Ilalang

Di kedalaman sukmaku
terbalut rindu yang mengantar raga
menyebut nama mu
di kerindangan ilalang
terdengar nyanyian kepiluan
yang mengoyak nestapa
kehilangan sosok mu
aku kini terdiam
:menangis

Jika

bila kita menjadi satu,tentu tak ada dua,,,
bila kita menjadi satu,tentu masing-masing tak mendua,,,
bila kita menjadi satu,tentu tak ada angka selanjutnya,,,

I’tikaf

Secara harfiah, i’tikaf adalah tinggal di suatu tempat untuk melakukan sesuatu yang baik. Dengan demikian, I’tikaf adalah tinggal atau menetap di dalam masjid dengan niat beribadah guna mendekatkan diri kepada Allah Swt. Penggunaan kata i’tikaf di dalam Al-Qur’an terdapat pada firman Allah Swt yang artinya: Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf di dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia supaya mereka bertaqwa. (QS 2:187).

Ayat lain yang menyebutkan kata I’tikaf dan ini dikaitkan dengan keharusan membersihkan masjid yang menjadi tempat I’tikaf adalah firman Allah yang artinya: Dan ingatlah ketika Kami menjadikan rumah itu (baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, I’tikaf, ruku dan sujud” (QS 2:125).

Di dalam Islam, seseorang bisa beri’tikaf di masjid kapan saja, namun dalam konteks bulan Ramadhan, maka dalam kehidupan Rasulullah Saw, I’tikaf itu dilakukan selama sepuluh hari terakhir. Diantara rangkaian ibadah-ibadah dalam bulan suci ramadhan yang sangat dipelihara sekaligus diperintahkan ( dianjurkan ) oleh Rasulullah SAW adalah I’tikaf. I’tikaf merupakan sarana muhasabah dan kontemplasi yang efektif bagi muslim dalam memelihara dan meniingkatkan keislamannya.

Dalam rangka persiapan I’tikaf menyambut 10 malam penghujung Ramadhan ada baiknya memperhatikan adab memasuki dan berada di masjid sebagai berikut:

1. Mengenakan pakaian yang bersih dan pantas, seperti yang dimaksud Al Qur`an: Artinya: Wahai bani Adam, kenakanlah pakaianmu yang indah di setiap kali kamu memasuki masjid. (Q/7:31)
2. Tidak mengotori masjid, misalnya meludah dengan sembarangan. Menurut hadis Rasulullah: meludah di masjid adalah dosa, penebusnya ialah dengan menghilangkannya.
3. Menghindarkan diri dari bau tak sedap yang menggaggu orang lain, seperti bau jengkol, bau bawang, atau bau badan karena belum mandi dan sebagainya. Rasulullah bersabda: Barang siapa makan bawang putih, maka sekali-kali jangan mendekati masjid kami. (muttafaq`alaih)
4. Tidak membicarakan urusan bisnis, apalagi transaksi di dalam masjid, Rasulullah bersabda: Seandainya kalian itu penduduk di sini (bukan tamu) sungguh akan kucambuki kalian, karena kalian berteriak-teriak di masjid Rasulullah. (H.R. Bukhari)
5. Mengerjakan salat tahiyatal masjid, dua rakaat. Rasulullah bersabda: Apabila seseorang diantara kalian masuk masjid, maka janganlah duduk dulu sebelum salat dua rakaat.
6. Tidak meninggalkan masjid jika azan sudah dikumandangkan. Seperti yang dikatakan oleh hadis riwayat Abu Hurairah.
7. Memperpanjang jarak perjalanan ke masjid agar jumlah langkahnya lebih banyak, misalnya dengan mengambil rute yang berbeda-beda. Rasulullah bersabda: Barang siapa bersuci di rumahnya, lalu pergi ke salah satu masjid untuk menunaikan kewajiban salat fardlu, maka semua langkahnya yang satu menggugurkan dosanya dan yang lain mengangkat derajatnya. (H.R. Muslim)
8. Sepanjang perjalanan menuju ke masjid hendaknya membaca doa, seperti yang diajarkan oleh Rasulullah : Allahummaj`al fi qalbi nu ran, wafi lisa ni nu ran, waj `al fi sam 1I nu ran, waj `al fi basari nu ran, waj `al min khalfi nu ran, wa min ama mi nu ran, waj `al min fauqi nu ran, wamin tahti nu ran, Allahumma a`tini nu ran. Artinya: Ya Allah jadikanlah cahaya di hatiku dan di lidahku, jadikanlah pula cahaya di pendengaranku dan penglihatanku, ya Allah, jadikanlah cahaya dari belakangku dan dari hadapanku, jadikanlah pula cahaya dari atasku dan dari bawahku, ya Allah berikanlah kepadaku cahaya Mu. (muttafaq `alaih)
9. Memulai dengan kaki kanan ketika memasuki masjid, sambil membaca doa: Bismillahi was sala tu was sala mu `ala rasulillah. Allahumma iftah li abwa ba rahmatika. Artinya: Dengan nama Allah, salawat dan salam kepada Rasulullah Nya, ya Allah bukakanlah kepadaku semua pintu rahmat Mu. (H.R. Muslim)
10. Saat ke luar dari masjid, mendahulukan kaki kiri, dan membaca doa: Bismillahi was sala tu was sala mu `ala rasulillahi Allahumma inni as`aluka min fadhlik. Artinya: Dengan nama Allah, salawat dan salam kepada Rasulullah Nya, Ya Allah sesungguhnya aku mohon anugerah Mu. (H.R. Muslim)

Hukum I’tikaf

Para Ulama telah berijma’ bahwa i’tikaf khususnya 10 hari terakhir bulan Ramadhan merupakan suatu ibadah yang disyariatkan dan disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Rasulullah SAW sendiri senantiasa beri’tikaf pada bulan Ramadhan selama 10 hari. A’isyah, Ibnu Umar dan Anas ra meriwayatkan: “ adalah Rasulullah SAW beri’tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan “ (HR. Bukhori dan Muslim)

Hal ini dilakukan oleh beliau hingga wafat, bahkan pada tahun wafatnya beliau beri’tikaf selama 20 hari. Demikian pula halnya dengan para shahabat dan istri Rasulullah Saw senantiasa melaksanakan ibadah yang amat agung ini. Imam Ahmad berkata: “Sepengetahuan saya tak seorangpun ulama mengatakan I’tikaf bukan sunnat”.

Keutamaan Dan Tujuan I’tikaf

Abu Daud pernah bertanya kepada Imam Ahmad: Tahukah anda hadits yang menunjukkan keutamaan I’tikaf? Ahmad Menjawab: tidak kecuali hadits lemah.Namun demikian tidaklah mengurangi nilai ibadah I’tikaf itu sendiri sebagai taqorrub kepada Allah SWT. Dan cukuplah keutamaannya bahwa Rasulullah, para Shahabat, para Istri Rasulullah SAW dan para ulama salafusholeh senantiasa melakukan ibadah ini.

I’tikaf disyariatkan dalam rangka mensucikan hati dengan berkonsentrasi semaksimal mungkin dalam beribadah dan bertaqorrub kepada Allah pada waktu yang terbatas tetapi teramat tinggi nilainya. Jauh dari rutinitas kehidupan dunia, dengan berserah diri sepenuhnya kepada Sang Kholik (Pencipta). Bermunajat sambil berdo’a dan beristighfar kepadaNya sehingga saat kembali lagi dalam aktivitas keseharian dapat dijalani secara lebih berkualitas dan berarti.

Ibnu Qayyim berkata, “I’tikaf disyariatkan dengan tujuan agar hati ber-i’tikaf dan bersimpuh dihadapan Allah, ber-khalwat dengan-Nya, serta memutuskan hubungan sementara dengan sesama makhluk dan berkonsentrasi sepenuhnya kepada Allah”.

Macam-Macam I’tikaf

I’tikaf yang di syari’atkan ada dua macam:

1. I’tikaf sunnah yaitu i’tikaf yang dilakukan secara sukarela semata-mata untuk ber-taqarrub kepada Allah seperti i’tikaf 10 hari terakhir Ramadhan.
2. I’tikaf wajib yaitu yang didahului dengan nadzar (janji), seperti, “Kalau Allah Swt. menyembuhkan sakitku ini, maka aku akan ber-i’tikaf di masjid selama tiga hari”, maka i’tikaf tiga hari itu menjadi wajib hukumnya.

Waktu I’tikaf

Untuk i’tikaf wajib tergantung pada berapa lama waktu yang di-nadzar-kan, sedangkan i’tikaf sunnah tidak ada batasan waktu tertentu. Kapan saja pada malam atau siang hari, waktunya bisa lama dan juga bisa singkat, minimal dalam madzhab Hanafi: sekejap tanpa batas waktu tertentu, sekedar berdiam diri dengan niat. Atau dalam madzhab Syafi’i; sesaat, sejenak (yang dikatakan berdiam diri), dan dalam madzhab Hambali, satu jam saja.
Terlepas dari perbedaan pendapat ulama tadi, waktu i’tikaf yang paling afdhal pada bulan Ramadhan ialah sebagaimana dipraktekkan langsung oleh Baginda Nabi Saw., yaitu 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Syarat-Syarat I’tikaf

Orang yang i’tikaf harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:

1. Muslim
2. Berakal
3. Suci dari janabah (junub), haidh dan nifas. Oleh karena itu i’tikaf tidak sah dilakukan oleh orang kafir, anak yang belum mumaiyiz (mampu mebedakan), orang junub, wanita haidh dan nifas.

Rukun I’tikaf

1. Niat yang ikhlas, hal ini karena semua amal sangat tergantung pada niatnya.
2. Berdiam di masjid (QS Al-Baqarah: 187)

Di sini ada dua pendapat ulama tentang Masjid tempat i’tikaf. Imam Malik membolehkan i’tikaf disetiap Masjid Sedangkan ulama Hanabilah mensyaratkan agar I’tikaf itu dilaksanakan di masjid yang dipakai untuk shalat jama’ah dan atau shalat jum’at, sehingga orang yang I’tikaf dapat selalu melaksanakan shalat jama’ah dan tidak perlu meninggalkan tempat i’tikaf-nya menuju masjid lain untuk shalat jum’at. Pendapat ini dikuatkan oleh para ulama Syafi’iyah bahwa yang afdhol yaitu I’tikaf di Masjid jami’, karena Rasulullah SAW I’tikaf di Masjid jami’. Lebih afdhal lagi bila dilaksanakan di salah satu dari tiga masjid; masjid al-Haram, masjid Nabawi atau masjid Aqsho.

Awal dan Akhir I’tikaf

Bagi yang mengikuti sunnah Rasulullah Saw. dengan ber-i’tikaf selama 10 hari terakhir bulan Ramadhan, maka waktunya dimulai sebelum terbenam matahari malam ke-21 sebagaimana sabda Rasulullah Saw., “Barangsiapa yang ingin i’tikaf dengan aku, hendaklah ia i’tikaf pada 10 hari terakhir”.

Adapun waktu keluarnya atau berakhirnya, yaitu setelah terbenam matahari pada hari terakhir bulan Ramadhan. Akan tetapi beberapa kalangan ulama mengatakan yang lebih mustahab (disenangi) adalah menunggu sampai akan dilaksanakannya shalat ied.

Hal-Hal yang Disunnahkan Waktu I’tikaf

Disunnahkan bagi orang yang beri’tikaf untuk memperbanyak ibadah dan taqarrub kepada Allah Swt., seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, tasbih, tahmid, tahlil, takbir, istighfar, shalawat kepada Nabi Saw, do’a dan sebagainya. Namun demikian yang menjadi prioritas utama adalah ibadah – ibadah mahdhah. Bahkan sebagian ulama seperti Imam Malik, meninggalkan segala aktivitas ilmiah lainnya dan berkosentrasi penuh pada ibadah – ibadah mahdhah.

Dalam upaya memperkokoh keislaman dan ketaqwaan, diperlukan bimbingan dari orang-orang yang ahli, karenanya dalam memanfaatkan momentum i’tikaf bisa dibenarkan melakukan berbagai kajian keislaman yang mengarahkan para peserta i’tikaf untuk membersihkan diri dari segala dosa dan sifat tercela serta menjalani kehidupan sesudah I’tikaf secara lebih baik sebagaimana yang ditentukan Allah Swt. dan Rasul-Nya.

Hal-Hal Yang Diperbolehkan.

Orang yang ber-i’tikaf bukan berarti hanya berdiam diri di masjid untuk menjalankan peribadatan secara khusus, ada beberapa hal yang dibolehkan:

1. Keluar dari tempat i’tikaf untuk mengantar istri, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. terhadap istrinya Shafiyah Ra. (HR. Bukhari dan Muslim).
2. Menyisir atau mencukur rambut, memotong kuku, membersihkan tubuh dari kotoran dan bau badan.
3. Keluar ke tempat yang memang amat diperlukan seperti untuk buang air besar dan kecil, makan, minum, (jika tidak ada yang mengantarkan), dan segala sesuatu yang tidak mungkin dilakukan di masjid. Tetapi ia harus segera kembali setelah menyelesaikan keperluannya.
4. Makan, minum dan tidur di masjid dengan senantiasa menjaga kesucian dan kebersihan masjid

Hal-Hal Yang Membatalkan I’tikaf

1. Meninggalkan masjid dengan sengaja tanpa keperluan, meski sebentar, karena meninggalkan masjid berarti mengabaikan salah satu rukun I’tikaf yaitu berdiam di masjid.
2. Murtad (keluar dari agama Islam).
3. Hilang Akal, karena gila atau mabuk
4. Haidh.
5. Nifas.
6. Berjima’(bersetubuh dengan istri), tetapi memegang tanpa nafsu (syahwat), tidak apa-apa sebagaimana yang dilakukan Nabi dengan Istri-istrinya.
7. Pergi shalat Jum’at (bagi mereka yang membolehkan I’tikaf di mushalla yang tidak dipakai shalat jum’at)

I’tikaf Bagi Muslimah

Sebagaimana disunnahkan bagi pria, i’tikaf juga disunnahkan bagi wanita. Sebagaimana istri Rasulullah Saw juga melakukan i’tikaf, tetapi selain syarat-syarat yang disebutkan diatas, i’tikaf bagi kaum wanita harus memenuhi syarat-syarat sbb:

1. Mendapatkan persetujuan (ridha) suami atau orang tua. Dan apabila suami telah mengizinkan istrinya untuk i’tikaf, maka ia tidak dibolehkan menarik kembali persetujuan itu.
2. Agar tempat dan pelaksanaan i’tikaf wanita memenuhi tujuan umum syari’at . Kita telah mengetahui bahwa salah satu rukun atau syari’at i’tikat adalah berdiam di masjid. Untuk kaum wanita, ulama sedikit berbeda pendapat tentang masjid yang dipakai wanita untuk beri’tikaf. Tetapi yang lebih afdhol – wallahu a’lam - ialah i’tikaf di masjid (tempat shalat) di rumahnya. Manakala wanita mendapatkan manfaat dari i’tikaf di masjid, tidak masalah bila ia melakukannya.

Demikian adab i‘tikaf yang menjadi panduan praktis, semoga pada Ramadhan ini, kita dapat menghidupkan kembali sunnah i’tikaf sebagai bekal kita meraih nilai taqwa yang maksimal.

Ambillah Waktu untuk Menangis

Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan Air Mata sebagai pengingat hamba akan dirinya. Cukuplah ia menjadi penggerak kesadaran, betapa manusia dalam keadaan lemah. Saat ia terlalu bahagia, tanpa sadar ia menangis. Saat ia terlalu bersedih, tanpa sadar ia menangis. Saat itu, ia tahu dirinya tidak kuasa akan dirinya. Maka celakalah hati yang beku dan mata yang sulit untuk menangis…terutama jika ia adalah aktivis dakwah.

Terkadang target-target pencapaian dakwah ini beririsan sangat besar dengan kenikmatan dunia. Ia bisa mewujud kedalam kekuasaan, jabatan, dan kelapangan harta. Mengelola dakwah untuk pencapaian tersebut, sering melalaikan kita dari substansi dakwah. Tuntutan kerja yang profesional, diartikan dengan pola kerja rapi, terstruktur, tepat waktu, dan sesuai dalam reward. Lalu perlahan-lahan kita terjebak dalam konteks kerja, dan terlepas dari konteks dakwah. Lepas dari konteks dakwah bukan hal substansial, melainkan dalam hal profesional.

Budaya kerja dakwah, masih sering terjebak dalam Sistem Kebut ’Sesaat’. Ketika waktu yang tersedia terasa singkat, kesadaran untuk mengejar target lahir mendesak. Akhirnya kerja memberikan kesan serabutan, tambal sulam, dan tergesa-gesa. Pada saat seperti itu, amal jama’i adalah pemahaman tanpa makna. Kerja dakwah menjadi sangat berorientasi target pencapaian dan miskin tausiah. Perlahan-lahan hati menjadi gerah, dan akhirnya miskin sentuhan dan kepekaan.

Realita dakwah menggambarkan kenyataan yang kontra produktif terhadap sunnatullahnya. Seharusnya seorang yang aktif dan memiliki mobilitas dakwah yang dinamis, semakin menikmati kedekatannya dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Semakin lembut hatinya dan semakin kental ukhuwahnya. Di lapangan, kondisi yang terjadi justru terbalik. Mobilitas dakwah yang kita punya, mengurai jarak antara kita dengan ikhwah. Dinamika kita yang sedemikian pesat, menumpulkan hati dan perasaan dari getar kelembutan. Mata kita yang sering terjaga karena amanah, semakin kering dan tak mampu menangis lagi. Hal ini membuat kita harus mengevaluasi kembali, apakah dakwah yang sedang kita usung ini. Untuk siapakah semua ini kita korbankan.

Peralihan dakwah dari mihwar muassasi ke mihwar dauli, menyisakan pertanyaan tentang kesiapan kita akan fitnah yang ditimbulkannya. Sosok Utama, Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu, menangis tersedu-sedu, membayangkan kekuasaan dan kejayaan Islam ketika Persia di taklukkan. Bukan karena bahagia akan kemenangan, melainkan khawatir akan kelalaian para da’i mujahid karena kekuasaan dan kekayaan. Jika sahabat mulia yang terjamin keimanan dan pengorbanannya untuk dakwah Islam, mengambil waktu untuk menangisi dirinya dan ummat yang dimudahkan Allah dalam Kemenangan, maka bagaimanakah lagi kita? Kita belum lagi membuktikan ketsiqohan kita kepada Allah, Islam, dan Dakwah. Kita masih sering menakar amanah dakwah kita dengan kepentingan dan kebutuhan hidup. Kita masih sering lalai dangan jadwal dan bekerja ’serabutan’. Tentulah kita yang paling layak banyak menangis.

Sesungguhnya para penghuni surga, dari kalangan sahabat yang Rasulullah kabarkan, adalah sosok-sosok lembut yang mudah berurai air mata. Jika mereka masih menjadi contoh hidup perjalanan dakwah kita, mari melihat kelemahan diri kita. Pada bagian mana jejak sejarah mereka kita abaikan. Sesungguhnya mereka menghabiskan waktu hidupnya lebih banyak dari yang kita mampu kita sumbangkan untuk dakwah. Mereka membelanjakan hartanya lebih banyak dari kita. Mereka memiliki loyalitas yang lebih luar biasa dari kita. Tapi mereka tetap zuhud dalam penampilan, lembut dalam kata, penuh kasih sayang, dan mencintai ikhwahnya dengan tulus. Dimanakah kita pada jejak sejarah dakwah mereka.

Jika kita tidak mampu mengejar semua keutamaan mereka. Maka minimal, ambillah waktu untuk menangis. Semoga Allah menyayangi kita yang mengakui kelemahan dan kelalaian yang banyak. Semoga Allah merahmati kita dengan air mata ketulusan. Semoga Allah menjadikan mata dan airnya sebagai saksi taubat dan penyerahan diri kita.

Wallahu’alam.

Ego

tak ada yang pantas keluar dari bibir ku
kecuali sesal ku….
nelangsa aku termenung akan segala ke egoan ku
yg membawa ku pada luka terperih…

tak kucintai cinta dengan semestinya…
dan cinta murka….
menyayat ujung hati ku dan terburai berserakkan
karna ego ku….

butiran hangat yg menetes di pipi sebagai tanda sesal yang tak berujung
kaki ku mencoba melangkah kecil bersama dengan sesal ku
memulai arti dari sebuah arti…
memaknai cinta dari sebuah tragedi…..

Maafkan aku…..kan ku balut luka terperih mu atas ego ku…

Insani

Jiwamu diciptakan di dunia
Hanya untuk menemani jiwaku
Menjelajahi Samudera Kehidupan
Sampai akhir

Yang aku butuhkan bukan jasadmu yang fana
Tapi jiwamu untuk kubawa kembali
Dalam keabadian tanpa batas ruang dan waktu

Kamu juga tahu, karena rasa yang sejati
Tak akan pernah bisa diingkari dari hati yang paling dalam

Karena itu berasal dari Samudera Illahi
dan terbebas dari nafsu hewani dan ego . . .
Itu yang disebut Cinta Sejati

Akan kubangunkan jiwamu yang sudah lama tertidur
Supaya tersadar dalam kesadaran Surgawi
Karena aku adalah engkau dan engkau adalah aku
Aroma mawar semerbak menebarkan wangi
Tak satupun makhluk yang tak menyukainya
Tapi tanpa air . . . .

Maka mawar ta’ kan berarti
Air bagaikan cinta . . . .
Di tunggu setiap makhluk

Tanpa cinta . . . . makhluk takkan berarti
Karena cinta adalah raja
Dan hati adalah singgasananya

Cinta menebarkan wangi
Memikat hati . . . .
Membelenggu jiwa . . . .
Bagaikan oase ditengah sahara . . . .
Setiap makhluk terpikat akannya . . .

Gelora Rindu

“Barangsiapa mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu pasti datang. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.s. Al-Ankabut: 5)

Atha’ bin as-Sa’ib menuturkan bahwa ayahnya menceritakan kepadanya, “Suatu ketika Ammar bin Yasir mengimami kami shalat dan dia mempercepatnya. Aku berkata, Anda tergesa-gesa dalam mengimami shalat, wahai Abul Yaqzan.’ Dia menjawab,
‘Hal itu tidak ada salahnya, karena aku memanjatkan kepada Allah sebuah doa yang pernah kudengar dari Rasulullah Saw’, Ketika hendak beranjak, salah seorang jamaah mengikutinya dan bertanya kepadanya tentang doa yang dibacanya itu.

Dia pun mengulanginya, ‘Ya Allah, dengan ilmu­-Mu yang ghaib dan dengan kekuasaan-Mu atas semua makhluk, hidupkanlah aku jika Engkau tahu bahwa hidup itu membawa kebaikan untukku, dan matikanlah aku jika Engkau tahu bahwa mati itu membawa kebaikan untukku. Ya Allah aku meminta kepada-Mu agar aku takut kepada-Mu dalam semua perkara, baik yang nyata maupun yang ghaib. Aku memohon kepada-Mu ungkapan yang benar ketika aku senang maupun ketika aku marah. Aku mohon kepada-Mu kesederhanaan dalam kekayaan maupun kemiskinan. Aku mohon kepada-Mu kesenangan yang abadi, dan kesejukan jiwa yang tak terputus. Aku mohon kepada-Mu keridhaan dengan apa yang telah ditentukan. Dan aku mohon kepada-Mu kehidupan yang sejuk sesudah mati. Aku memohon agar bisa melihat Wajah-Mu yang Mulia, dan kerinduan untuk bertemu dengan-Mu tanpa bahaya yang mengancam, atau menjadi korban fitnah yang menyesatkan.

Ya Allah, hiasilah kami dengan keindahan iman. Ya Alah, jadikanlah kami sebagai pemberi petunjuk maupun penerima petunjuk’.”
Rindu adalah keadaan gairah hati yang berharap untuk berjumpa dengan Sang Kekasih. Kadar rindu tergantung besar volume cinta. Saya mendengar Syeikh Abu Ali ad-Daqqaq membedakan antara rindu dan hasrat yang bergolak, katanya, “Rindu ditentramkan oleh perjumpaan dan memandang. Sedangkan hasrat yang bergolak tidak sirna karena pertemuan.”
Mengenai konteks ini para Sufi bersyair:
Mata tak pernah berpaling ketika memandang-Nya,
Sehingga-kembali kepada-Nya, penuh gelora.

An-Nashr Abadzy menyatakan, “Semua orang mempunyai tahap kerinduan. Namun tidak semuanya mengalami tahap gelora, dan siapa yang memasuki gelora itu, justru akan linglung, sehingga ia tidak dipandang lagi pengaruh atau kesan dan keteguhan.”

Diceritakan bahwa Ahmad bin Hamid al-Aswad datang kepada Abdullah ibnul Mubarak dan berkata kepadanya, “Aku bermimpi engkau akan meninggal setahun lagi. Barangkali engkau harus bersiap-­siap untuk keluar dari dunia.” Abdullah ibnul Mubarak menjawab, “Engkau memberiku waktu yang lama, aku hidup sampai setahun penuh! Padahal aku selalu menyukai syair yang kudengar dari Abu Ali ats-Tsaqafy:
Wahai yang tercekam rindu karena perpisahan panjang
Bersabarlah, siapa tahu esok engkau bertemu SangKekasih.

Abu Utsman menuturkan, “Tanda rindu adalah mencintai kematian dengan hati yang ringan.”
Yahya bin Mu’adz menyatakan, “Tanda rindu adalah membebaskan tubuh dari hawa nafsu.”
Syeikh Abu Ali ad-Daqqaq menuturkan, “Pada suatu hari Daud as. pergi sendirian ke padang pasir, kemudian Allah Swt. menurunkan wahyu kepadanya, ‘Wahai Daud, Aku tidak memandangmu sebagai orang yang sendirian!’ Daud menjawab, ‘Tuhanku, aku terpengaruh oleh kerinduan dalam hatiku untuk bertemu dengan-Mu, lantas terhalang antara diriku untuk bergaul dengan sesama manusia.’

Maka Allah Swt berfirman: “Kembalilah kepada mereka. Sebab bila engkau mendatangi­-Ku bersama seorang hamba yang lari dari tuannya, Aku tetapkan dirimu di Lauh Mahfudz sebagai seorang arif yang bijak’.”

Diceritakan, ada seorang wanita tua yang didatangi oleh pemuda yang termasuk kerabatnya. Keluarga lainnya merasa gembira, namun wanita itu justru menangis tersedu. Ia ditanya, ‘Apa yang engkau tangisi?” Wanita itu menjawab, “Aku teringat kedatangan pemuda itu, jika kelak di hari kedatangan kita kepada Allah Swt.”

Ketika Ahmad bin Atha’ ditanya tentang rindu, dia menjawab, “Jiwa yang terbakar, qalbu yang berkobar, dan jantung yang berkeping-keping.”
Pada kesempatan lain dia ditanya, “Manakah yang lebih utama, rindu ataukah cinta?” Ibnu Atha’ menjawab, “Cinta, karena rindu terlahir dari cinta.”

Salah seorang Sufi menyatakan, “Rindu adalah kobaran dari jiwa, dan apinya menjilat-jilat ketika berpisah. Bila pertemuan tiba, api itu jadi padam. Bila yang dominan pada rahasia batinnya adalah penyaksian sang kekasih, kerinduan tak melintas lagi.”

Seorang Sufi ditanya, “Apakah Anda pernah mengalami kerinduan?” Dia menjawab, “Tidak Rindu hanya bagi pecinta yang tak bersama kekasihnya. Sedangkan Kekasih sebenarnya, senantiasa hadir.”
Saya mendengar Syeikh Abul Ali ad-Daqqaq memberi komentar atas firman Allah Swt, “… dan aku bersegera kepadamu, wahai Tuhanku, agar supaya Engkau ridha (kepadaku).” (Q.s. Thaha: 84). Arti ayat ini, ‘Aku bersegera kepada-Mu karena rindu kepada-Mu,”namun disamar­kan melalui kata ridha.

Ad-Daqqaq juga berkata, “Salah satu tanda rindu adalah harapan pada kematian dalazn hamparan ampunan yang sejahtera. Begitulah Nabi Yusuf as. Ketika dilemparkan ke dalam sumur, beliau tidak berkata, ‘Biarkanlah aku mati saja!’ Ketika dimasukkan ke dalam penjara, beliau juga tidak mengatakan, ‘Biarkanlah aku mati saja!’ Tetapi ketika orangtuanya datang kepadanya dan semua saudaranya bersujud kepadanya, beliau berkata, ‘Wafatkanlah aku dalam keadaan Islam.’ (Q.s. Yusuf 101).”

Mengenai hal ini para Sufi bersyair:
Kami dalam puncak kegembiraan, Namun tak bisa sempurna, kecuali dengan kalian Cacat yang ada pada kami, wahai orang-orang yang kucintai, Engkau semua dighaibkan sedang kami telah hadir.
Mereka juga bersyair:Siapakah yang memeriahkan pesta raya,
Padahal aku sungguh berduka, Kegembiraan telah penuh bagiku
bila kekasih-kekasihku tiba.Abu Abdullah bin Khafif mengatakan, “Rindu adalah hembusan qalbu yang muncul karena pesona, kecintaan untuk bertemu dan rasa ingin berdekatan.”
Abu Yazid al-Bisthamy berkata, “Allah Swt. mempunyai hamba­-hamba tertentu, jika Dia menutup tirai bagi mereka, maka mereka akan memohon agar dikeluarkan dari surga sebagaimana para penghuni neraka minta dikeluarkan dari neraka.”

Al-Husain at-Anshary berkata, “Aku bermimpi bahwa hari Kiamat telah tiba. Kulihat ada seseorang yang berdiri di bawah Arasy.
Allah Swt. lalu bertanya, ‘Wahai para malaikat-Ku, siapakah orang ini?’ Mereka menjawab, ‘Engkau lebih Maha Mengetahui.’
Maka Allah Swt. pun berfirman, ‘Inilah Ma’ruf al-Karkhy. Dia mabuk karena mencintai-Ku; dan tak akan sadar kecuali berjumpa dengan-Ku.’

Riwayat lain mengatakan, ‘Inilah Ma’ruf al-Karkhy. Dia meninggal­kan dunia dalam keadaan rindu kepada Allah. Maka Allah lalu memperkenankannya menatap Wajah-Nya’.”

Faris menegaskan, “Batas para perindu disinari dengan cahaya Allah Swt. Manakala gairah kerinduan mereka membara, cahaya itu mene­rangi langit dan bumi, dan Allah Swt. menunjukkan kepada malaikat­-malaikat-Nya, seraya berfirman, ‘Mereka adalah perindu-perindu-Ku, Aku bersaksi pada kalian bahwa Aku pun sesungguhnya lebih rindu kepada mereka’.”

Syeikh Abu Ali ad-Daqqaq pernah menjelaskan mengenai sabda Nabi Saw, ‘Aku memohon kepada-Mu agar diberi rindu untuk berjumpa dengan-Mu.”

Komentar Abu Ali, “Rindu itu terdiri dari seratus bagian. Nabi memiliki Sembilan puluh sembilan bagian, dan yang satu bagian dibagi-bagi di kalangan ummat manusia.”

Abu Ali juga menginginkan yang satu bagian itu, karena beliau cemburu jika satu bagian rindu diberikan kepada orang lain.”
Dikatakan, “Kerinduan orang-orang muqarrabun lebih sempurna dibanding kerinduan mereka yang terhijab dari kehadiran­Nya.”
Demikianlah dikatakan penyair:Seburuk kerinduan suatu ketika
bila tenda-tenda saling mendekat.Dikatakan juga, “Para perindu saling merasakan manisnya kematian, ketika menjemputnya, semata karena jiwa pertemuan telah terbuka melebihi manisnya penyaksian.”

As-Sary menyatakan, “Rindu adalah maqam teragung bagi seorang ‘arif manakala telah terwujud di dalamnya. Manakala dia mencapai kerinduan, dia menjadi lupa akan segala sesuatu yang menjauhkan dari yang dirindukannya.”
Abu Utsman bin Sa’id al-Hiry berkomentar mengenai firman Allah Swt,
“Barangsiapa mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu pasti datang. “ (Q.s. Al-Ankabut: 5).
“Ayat ini sebagai penentram bagi para perindu. Tafsirnya: Aku tahu bahwa rindu kalian kepada-Ku begitu kuat. Aku telah menetapkan satu waktu bagi kalian untuk berjumpa dengan-Ku. Kalian semua akan segera datang kepada Yang kalian rindukan’.”
Dikatakan bahwa Allah Swt. mewahyukan kepada Nabi Daud as, “Katakanlah kepada para pemuda Bani Israil, ‘Mengapa kalian menaruh kepedulian selain kepada-Ku, sedangkan Aku merindukanmu? Dusta macam apa ini’?”

Allah Swt. juga menurunkan wahyu kepada Daud as, “Jika saja mereka yang telah berpaling dari-Ku mengetahui bagaimana Aku telah menunggu mereka, melimpahkan kasih sayang kepada mereka, dan kerinduan-Ku agar mereka meninggalkan kemaksiatan terhadap-Ku, pasti mereka mati semua karena rindu mereka, dan sendi-sendi mereka remuk karena cinta kepada-Ku. Wahai Daud, inilah Kehendak-Ku terhadap mereka yang telah berpaling dari-Ku, lalu bagaimana Kemauan-Ku terhadap mereka yang menghadap kepada-Ku?”
Dikatakan bahwa dalam kitab Taurat tertulis, “Kami sangat merin­dukan kalian semua, namun kalian tidak saling membalas rindu; Kami tanamkan rasa takut dalam dirimu, tapi kalian sendiri tidak merasa takut. Dan Kami memberi ratapan kepada kalian, sayangnya, kalian semua tidak pernah meratap.”

Syeikh Abu Ali ad-Daqqaq menuturkan, “Suatu ketika Syu’aib menangis hingga matanya buta. Allah Swt. mengembalikan penglihat­annya.

Dia menangis lagi sampai buta kembali, dan Allah Swt. mengembalikan lagi penglihatannya. Kemudian dia menangis sampai buta, lantas Allah Swt.

‘Jika engkau menangis karena surga, maku Aku pun memperkenankannya. Jika engkau menangis karena neraka, maka Aku pun telah menjadikanmu selamat darinya.’
Syu’aib menjawab, `Bukan itu. Aku menangis karena rindu kepada­Mu.’
Lalu Allah berfirman padanya,’Karena itu Aku menunjuk Nabi­-Ku dan Kalimat-Ku untuk melayanimu selama sepuluh tahun’.”
Dikatakan, “Barangsiapa rindu kepada Allah Swt, maka segala sesuatu merindukannya.”

Dan dalam hadist disebutkan, “Surga merindukan tiga orang:
Ali, Ammar dan Salman.”
Malik bin Dinar mengatakan, “Aku membaca dalam Taurat begini, ‘Kami bangkitkan rindu dalam dirimu, tetapi kamu sekalian tidak rindu kepada Kami.

Kami mainkan seruling untukmu, tetapi engkau tidak menari :”
Al Junayd ditanya, “Apa yang membuat seorang pencinta menangis ketika bertemu dengan Kekasihnya?” Dia menjawab,
“Itu hanya karena kegembiraannya pada Sang Kekasih, dan kepesonaan karena kedahsyatan rindu kepada-Nya.”

Wamin Allah At tawfiq